Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Cara Lesbumi NU Jember Menurunkan Tensi Politik

Cara Lesbumi NU Jember Menurunkan Tensi Politik
Suasana pertandingan sepakbola persahabatan antara tim Lesbumi NU versus Penggerak Aswaja di Gelanggang Olahraga IAIN Jember, Jumat (11/10). (Foto: NU Online/Aryudi AR).
Suasana pertandingan sepakbola persahabatan antara tim Lesbumi NU versus Penggerak Aswaja di Gelanggang Olahraga IAIN Jember, Jumat (11/10). (Foto: NU Online/Aryudi AR).

Jember, NU Online

Pengurus Cabang (PC) Lesbumi Jember, Jawa Timur mempunyai cara tersediri untuk mengurai ketegangan politik yang akhir-akhir ini semakin memanas di Kabupaten Jember. Yaitu dengan menggelar pertandingan sepakbola persahabatan antara tim Lesbumi NU versus Penggerak Aswaja di Gelanggang Olahraga IAIN Jember, Jumat (11/10). Pemain dua kesebelasan itu cukup banyak yang berafiliasi kepada bakal calon bupati tertentu, baik yang berasal dari internal NU maupun dari luar NU. Bahkan tak jarang di sejumlah gurup WA, mereka saling serang.

 

“Tak ada gunanya kita bersitegang. Mari kita bangun persaudaraan. NU harus kuat, jangan saling serang, apalagi sesama kader NU,” ujar Ketua PC Lesbumi NU Jember, H Rasyid Zakaria kepada NU Online usai menyaksikan pertandingan tersebut.

 

Seperti diketahui, tanggal 23 September 2020 Kabupaten Jember akan melakukan pemungutan suara untuk memilih kepala daerah yang baru. Dalam waktu yang kurang dari setahun ini untuk menuju pemungutan suara, sejumlah figur pun bermunculan di Kabupaten Jember, termasuk beberapa nama dari internal NU. Tak ayal, hal tersebut kerap menimbulkan ketegangan antar kader dan pengurus NU lantaran berbedanya dukungan politik.

 

“Suasana kondusif harus tetap kita jaga, karena NU tidak mengenal kekerasan dalam politik sekalipun. Politik NU adalah politik yang menjaga kesopanan,” jelasnya.

 

Hal tersebut dibenarkan oleh Rektor IAIN Jember, H Babun Suharto. Menurutya, berpolitik dengan santun harus tetap menjadi ciri khas kader NU dalam menerjuni gelanggang politik praktis. Kader NU harus memelopori prilaku politik yang sejuk dengan menyandarkan pada Islam yang rahmatal lil’almin.

 

“Tak perlu mencaci, karena mencaci bukan akhlaq yang mulia. Juga tak perlu memuji karena memuji belum tentu mendapatkan simpati. Intinya dalam berpolitik marilah mengutamakan akhlak dan kesopanan,” urainya.

 

Mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember itu menekankan pentingnya pengurus NU dari semua level harus bersatu menghadapi hajatan politk tahun depan. Tanpa persatuan, sulit rasanya kader NU jadi bupati. Karena itu, kuncinya adalah warga NU bersatu, dan itu perlu dicontohkan oleh pengurusnya.

 

“NU bukan tidak punya orang pinter, bukan tidak punya yang mampu (secara finansial), tapi yang sulit adalah menyatukan suara Nahldliyin. Itu masalahnya,” urai H Babun yang ikut bermain sebagai penjaga gawang tim Penggerak Aswaja.

 

Pertandingn tersebut berkesudahan 2-1 untuk kemenangan tim Lesbumi.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

 

 

 

BNI Mobile