HARI SANTRI 2019

Santri Punya Modal Penting Jadi Pengusaha

Santri Punya Modal Penting Jadi Pengusaha
Gus Aab dan sebagian peserta Pelatihan Kewirausahaan Santri berfoto bersama (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Gus Aab dan sebagian peserta Pelatihan Kewirausahaan Santri berfoto bersama (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur KH Abdullah Syamsul Arifin menegaskan bahwa santri mempunyai potensi yang besar untuk bergerak di dunia usaha. Sebab pada dasarnya santri memiliki bekal untuk terjun di dunia bisnis, misalnya jujur, cekatan, dan disiplin. Jujur, katanya, merupakan modal utama dalam berbisnis. Sebab bisnis apapun mengandalkan kepercayaan.

 

“Kalau orang jujur, insyaallah tak akan mengabaikan amanah (kepercayaan),” ungkapnya kepada NU Online usai menyampaikan pengarahan dalam Pelatihan Kewirausahaan Santri di Pesantren Darul Arifin 2, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Sabtu (12/10).

 

Menurut Gus Aab, sapaan akrabnya, saat ini peluang cukup besar bagi santri dan siapapun untuk berwirausaha. Bahkan dengan akses informasi yang begitu luas dan mudah, usaha bisa dilakukan dari jarak jauh, misalnya berjualan online dengan memanfaatkan media sosial dan sebagainya.

 

“Tapi kejujuran tetap harus diutamakan, apalagi bentuknya online,” terangnya.

 

Pelatihan yang mengusung tema Santri Milenial, Santri Preunersip itu menghadirkan dua narasumber. Salah satunya adalah pengusaha muda, Ikhwan Huda al-Mujib. Pria yang biasa dipanggil Gus Mujib ini mempresentasikan kekuatan digital marketing sebagai upaya mudah bagi santri dan mahasiswa untuk memulai menjadi pengusaha.

 

“Untuk menjadi pengusaha, kita harus berani melangkah. Yang penting kita harus berani memulai dulu,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jember, Subakri menyatakan, santri milenial adalah santri yang tidak cuma fokus pada sekolah tapi juga peka dan kreatif dalam berusaha. Katanya, peluang usaha terbentang didepan mata.

 

“Tapi persoalannya mereka siap tidak memanfaatkan peluang itu,” ucapnya.

 

Subakri mengimbau agar santri tak pernah jera untuk mencoba dan mencoba dalam berusaha. Dalam dunia usaha, mencoba adalah hal yang biasa meskipun harus diperhitungkan segala sesuatunya.

 

“Sebab jika pantang menyerah, maka kesuksesan pasti datang,” lanjutnya.

 

Pelatihan kewirausahaan santri merupakan hasil kerja sama antara LKKNU dan LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama) Cabang Jember. Kegiatan dikuti 60 santri dan digelar dalam rangka memeriahka Hari Santri 2019.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

BNI Mobile