Puluhan Nahdliyin Ikuti Pelatihan Totok Sapu Jagat

Puluhan Nahdliyin Ikuti Pelatihan Totok Sapu Jagat
Pembina Assyifa Thibhun Nabawi (ATN) Pusat, Kiai M Andik Hartanto saat menjadi pemateri Pelatihan Terapis Aswaja, di aula Yayasan As-Salama, Pamoroh, Kadur, Pamekasan. (Foto: NU Online/Hairul Anam)
Pembina Assyifa Thibhun Nabawi (ATN) Pusat, Kiai M Andik Hartanto saat menjadi pemateri Pelatihan Terapis Aswaja, di aula Yayasan As-Salama, Pamoroh, Kadur, Pamekasan. (Foto: NU Online/Hairul Anam)

Pamekasan, NU Online

Pembina Assyifa Thibhun Nabawi (ATN) Pusat, Kiai M Andik Hartanto menjadi pemateri Pelatihan Terapis Aswaja, Ahad (13/10). Pria asal Nganjuk tersebut melatih peserta di aula Yayasan As-Salama, Pamoroh, Kadur, Pamekasan, Jawa Timur.

 

Kegiatan tesebut diikuti oleh puluhan terapis dari Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep. Mereka tampak khidmah dan bersemangat menjalani pelatihan.

 

Ketua Panitia Pelatihan Terapis Aswaja, Ustadz Idris menegaskan, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk membekali para peserta dengan keterampilan terapi Aswaja. Sehingga kelak dapat menjadi terapis yang unggul, dan mempu menyelipkan nilai-nilai Aswaja.

 

“Seperti dawuh Kiai Andik, pelatihan hari ini dibagi dua tahap. Pelatihan level 1 di pagi hari. Setelah itu ada pendalaman di sore harinya,” ungkap Ustadz Idris.

 

Ketua Yayasan As-Salama, Kiai Ahmad Rofiqi mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebab, masyarakat banyak yang membutuhkan jasa terapis. Banyaknya beban hidup telah melahirkan persoalan yang cukup beragam di kalangan masyarakat, baik terkait fisik maupun kejiwaan. Dan terapi Aswaja menjadi salah satu alterantif penyembuhannya.

 

“Semakin banyak terapis, insyaallah masyarakat banyak yang terbantu,” ujarnya.

 

Dalam penjelasannya, Kiai Andik memaparkan, totok sapu jagat ini sifatnya seluruh tubuh, tidak hanya beberapa titik fisik. Nanti ada tambahan totok kejantanan.

 

“Nanti kita ajarkan di sini. Totok sapu jagat nanti mengarah pada 3 metode: totok jari, totok getar, dan totok getar terpadu (pijat kombinasi,” ungkapnya.

 

Menurut Kiai Andik, totok jari merupakan ilmu pengobatan yang sudah lama sekali. Di Indonesia ilmu totok tradisional sudah lama dikenal dan diajarkan turun-temurun dan biasanya diajarkan dalam perguruan bela diri.

 

"Totok jari adalah sebuah metode terapi pengobatan dengan menggunakan jari dengan cara menekan ke titik bagian tubuh dalam waktu tertentu," terangnya.

 

Sementara itu, totok getar adalah metode penotokan dengan jari atau selain jari dengan cara menekan dan menggetarkan ke titik bagian tubuh dalam waktu tertentu.

 

"Totok terpadu adalah sebuah teknik dalam terapinya memadukan beberapa teknik totok dan pijat yang dilakukan pada seluruh tubuh," paparnya.

 

Pewarta: Hairul Anam

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile