Hari Santri, Pergunu Bondowoso Gelar Pelatihan Hingga Lomba Pidato 

Hari Santri, Pergunu Bondowoso Gelar Pelatihan Hingga Lomba Pidato 
Peserta lomba dalam rangkaian Hari Santri 2019 yang diselenggarakan PC Pergunu Bondowoso. (Foto: NU Online/Ade Nurwahyudi)
Peserta lomba dalam rangkaian Hari Santri 2019 yang diselenggarakan PC Pergunu Bondowoso. (Foto: NU Online/Ade Nurwahyudi)
Bondowoso, NU Online
Dalam rangka memperingati Hari Santri 2019, Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Bondowoso, Jawa Timur menggelar sejumlah kegiatan. Di antaranya adalah workshop Karya Tulis Ilmiah (KTI) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk guru SMK/SMA/MA. Juga lomba menulis puisi balada tokoh NU serta lomba pidato untuk SMK/SMA/MA se-Bondowoso.
 
Para peserta kegiatan adalah seluruh sekolah atau madrasah negeri ataupun swasta di bawah naungan Kemenag serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur di Bondowoso.
 
"Dan untuk hari ini di antara yang digelar adalah lomba pindato bahasa Inggris dan bahasa Arab untuk siswa tingkat MA atau SMA dan SMK se-Bondowoso,” kata Slamet Riyadi saat ditemui di lokasi tempat acara yakni aula PCNU Bondowoso, Ahad (13/10).
 
Ketua PC Pergunu Bondowoso tersebut menjeleaskan bahwa kegiatan untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat serta sebagai sarana penanaman kepemimpinan untuk pelajar. Agar kelak mereka mempunyai jati diri.
 
Untuk kian menjangkau kalangan pelajar, panitia dan Pergunu melibatkan Ikatan Pelajar nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Bahdlatul Ulama (IPPNU) .
 
"Karena itu, kami memang melibatkan atau berkerja sama dengan IPNU-IPPNU karena mereka merupakan kader terdepan untuk Nahdlatul Ulama," tegasnya.
 
Hakikat lomba juga sebagai wahana agar Pergunu sendiri semakin mampu meningkatkan kemampuan kader NU. 
 
“Karena itu, kami juga menggelar lomba yang melibatkan para guru NU dengan harapan kreativitas mereka kian terasah dan mampu berprestasi,” kata Slamet, sapaan akrabnya.
 
Dirinya berharap dengan kompetisi yang melibatkan guru dan siswa tersebut nantinya dapat  mengembangkan prestasi ke tingkat  provinsi maupun nasional.
 
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri satu (SMK PPN 1) Tegalampel Bondowoso, Anik Sudiartini yang juga hadir mendampingi siswanya mengemukakan bahwa ini merupakan kegiatan sangat luar biasa.
 
Karena era revolusi industri 4.0, maka kemampuan bahasa Inggris harus dimiliki anak santri atau milenial.
 
Menurut pandanganya, setelah melihat perkembangan peserta mengikuti lomba pidato bahasa Inggris, diharapkan mereka bisa menjadi anak mandiri.
 
 "Mandiri dalam artian tidak akan membebanin siapapun dan membuat Indonesia penuh dengan sumber daya manusia (SDM) atau generasi unggul," jelasnya.
 
Ia berharap kegiatan ini tidak sampai di tingkat kabupaten, tapi bagaimana dari lomba yang digelar Pergunu ini anak-anak yang digodok dan juga bisa menjadi juara di tingkat provinsi ataupun nasional. 
 
"Nah tentunya ini akan menjadi motivasi untuk anak-anak lain yang akan ikut. Jadi, saya yakin dengan adanya lomba akan menambah lukisan-lukisan yang indah untuk SDM yang unggul,” ungkapnya.
 
Hasil lomba untuk pidato Bahasa Inggris juara pertama direbut atas nama Layda Maharani dari SMA Negeri 1 Tenggarang, juara kedua atas nama Dzakirah Najyala dari SMA Negeri 1 Tenggarang dan juara ketiga Nawal Alkatiri dari MA Atqia Kademangan Bondowoso.
 
Sedangkan untuk lomba bahasa Arab juara pertama Zainul Muhaimin dari MA Nurut Taqwa, kedua Rukoiyah utusan MA Nurut Taqwa dan juara ketiga atas nama Nawal Alkatiri MA Atqia Kademangan Bondowoso. 
 
Para pemenang lomba dapat mengambil hadiah pada 22 Okterber saat acara Apel Akbar Hari Santri di alun-alun Raden Bagus Asra (RBA) Kironggo Bondowoso. 
 
 
Pewarta: Ade Nurwahyudi
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile