IMG-LOGO
Nasional
RISET DIKTIS

4 Langkah Sistematisasi Penyerapan Bahasa Arab Menjadi Bahasa Bima


Jumat 18 Oktober 2019 11:00 WIB
Bagikan:
4 Langkah Sistematisasi Penyerapan Bahasa Arab Menjadi Bahasa Bima
Masyarakat Bima dalam suatu acara daerah (Foto: Genpi.co)
Dalam bahasa Bima didapati beberapa kosakata bahasa serapan yang ditransmisikan dari bahasa Arab. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan kata kata 'kahawa' (kopi) dalam bahasa Bima yang diserap dari bahasa Arab yaitu kata ﻗَﮭﻮة –qohwah (kopi). Kemudian, kata 'haba' (kabar) dalam bahasa Bima yang  diserap dari bahasa Arab yaitu ﺧﺒﺮ –'khabar'.

Melihat kedua contoh kata serapan tersebut, Sri Wahyuningsih dan  Nurul Zuhriyah dalam penelitiannya Analisis Serapan Kosakata Bahasa Arab terhadap Bahasa Bima menunjukkan suatu permasalahan dalam kata serapan, yaitu tentang proses dari bahasa Arab ke bahasa Bima yang mengalami beberapa perubahan, seperti dalam pengucapan, pelafalan, dan bahkan penulisannya. Artinya, dalam proses penyerapan suatu bahasa mesti melalui proses sistematisasi.
 
Hasil penelitian yang dilakukan berkat dukungan bantuan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dit PTKI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI tahun anggaran 2018 dikemukakan proses sistemisasi bahasa terjadi dengan beberapa tahap.
 
Pertama, fonologi. Dalam transmisi bahasa Arab ke bahasa Bima terjadi bebrapa perubahan tipe fonetik. Sri Wahyuningsih dan Nurul Zuhriyah dalam penelitian yang dilakukan tahun 2018 itu mengemukakan, penyerapan bahasa Arab ke bahasa Bima mengalami perubahan atau penyesuaian. Penyerapan dengan penghilangan, penyerapan dengan penambahan, penanggalan parsial, perpaduan (merger), dan pembelahan (split).

Berdasaran macam-macam perubahan fonetik, yaitu Asimilasi; situasi ketika terdapat dua bunyi sintagmatik, atau linier hubungan keduannya sehingga bunyi satu lebih mirip dengan bunyi lainnya. Kedua, Disimilasi yaitu bunyi yang berubah menjadi kurang mirip dengan yang lain di sekitarnya. Ketiga, perubahan berdasarkan tempat dapat diperoleh beberapa macam perubahan bunyi. Oleh karenya kata 'kahawa' (kopi) dalam bahasa Bima yang diserap dari bahasa Arab yaitu kata ﻗَﮭﻮة –'qohwah' (kopi) telah mengalami perubahan fonologi.

Kedua, proses perubahan semantik. Semantik adalah bidang studi yang mempelajari makna atau arti dalam suatu bahasa. Semantik merupakan cabang ilmu linguistik yang mempunyai hubungan erat dengan ilmu- ilmu sosial seperti, sosiologi, antropologi, bahkan juga dengan filsafat dan psikologi.
 
Perubahan semantik atau perubahan makna dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu Generalisasi/perluasan; Spesialisasi atau pengkhususan/penyempitan; Ameliorasi/peninggian; Peyorasi/penurunan; Sintesia/pertukaran; dan Asosiasi/persamaan.

Proses sistematisasi semantik dalam transmisi bahasa Arab ke bahasa Bima dapat dilihat pada kata 'haba' (kabar) dalam bahasa Bima yang diserap dari bahasa Arab yaitu ﺧﺒﺮ –khabar yang telah mengalami penyempitan makna. Dalam tradisi arab kata ﺧﺒﺮ –khabar digunakan untuk menunjukkan kabar yang masa lalu atau masa sekarang. Sedangkan kata 'haba' (kabar) yang digunakan masyarakat Bima berarti kabar yang terjadi pada hari-hari ini.

Ketiga, Pengertian Bahasa Arab. Secara umum Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik yang berasal dari daerah Arab Saudi. Bahasa Arab ini merupakan salah satu bahasa yang terbesar dari segi jumlah penutur dalam keluarga bahasa Semitik. Bahasa Arab adalah rumpun dari dengan bahasa Ibrani dan bahasa Arab. Bahasa Arab modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa dalam ISO 639-3. Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh Dunia Arab, sedangkan bahasa Arab baku diketahui di seluruh dunia Islam.

Sistem ortografi bahasa Arab memakai sistem abjad. Sistem Abjad yaitu sistem tulisan yang huruf-hurufnya melambangkan bunyi konsonan sedangkan bunyi vokal dilambangkan dengan harakat. Huruf Hijaiyah terdiri dari 29 huruf abjad: 26 berupa konsonan murni dan 3 berupa konsonan semi-vokal yaitu huruf 'Alif', 'Waw', dan 'Ya'. Bunyi vokal tidak dilambangkan dengan abjad tetapi dengan harakat. Ada tiga harakat dalam bahasa Arab yaitu, 'Fathah' melambangkan bunyi 'a' (dan pada beberapa abjad bunyi 'o'); 'Kasrah' melambangkan bunyi 'i'; dan 'dhammah' melambangkan bunyi 'u'.

Kosakata bahasa Arab dibagi dalam tiga kelompok, Ism (kata benda), Fi'l (kata kerja), dan Harf (partikel fungsional). Bahasa Arab termasuk bahasa infleksional. Struktur kalimatnya berupa konstruksi topik-komentar atau dikenal juga sebagai Mubtada' wa Khobar. Ada dua macam frasa dalam bahasa Arab, yaitu Jumlah ismiyyah (frasa nominal) dan Jumlah fi'liyyah (frasa aktif).
 
Dalam hal ini, struktur bahasa Arab memiliki kekhasan yang unik daripada bahasa selainnya, termasuk dengan struktur bahasa Bima. Oleh karenanya ketika bahasa Arab harus ditransmisikan kedalam bahasa Bima, mesti dilakukan perubahan struktur bahasanya menyesuaikan tradisi bahasa Bima sebagaimana mestinya.

Keempat, Pengertian Bahasa Bima. Bahasa Bima atau Nggahi Mbojo adalah sebuah bahasa Austonesia yang dipertuturkan oleh suku Bima di Pulau Sumbawa bagian Timur, NTB yang terdiri dari Bima, Dompu dan sebagian wilayah di Manggarai NTT. Menurut sejarah perkembangannya, bahasa Bima dibagi dalam dua kelompok. Pertama, kelompok bahasa Bima lama, meliputi Bahasa Donggo. Kedua, bahasa Bima modern, yaitu bahasa Bima yang sudah dipengaruhi bebagai bahasa daerah lain. 

Bahasa Bima atau Nggahi Mbojo dipergunakan oleh masyarakat umum di Bima dan berfungsi sebagai bahasa ibu. Bagi masyarakat Bima lama, bahasa Bima berfungsi sebagai bahasa pengantar guna berkomunikasi dengan orang lain di luar kalangan mereka dan juga digunakan untuk keperluan adat istiadat yang digunakan saat upacara-upacara adat.
 
Sedangkan bahasa Bima modrn digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari. Oleh karenanya, bahasa Arab yang digunakan menjadi bahasa Bima dalam hal ini telah terstrukturasi menjadi bahasa daerah yang menyesuaikan dengan bahasa sehari-hari masyarakat Bima.

Beberapa langkah proses penyerapan dalam bahasa Arab menjadi bahasa Bima sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, dapat dipastikan bahwa bahasa Arab telah mengalami serangkaian penyesuaian baik dari segi fonetik, fonologi dan bahkan semantik.
 
 
Penulis: Ahmad Fairozi
Editor: Kendi Setiawan
 
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG