Santri Pesantren Walisongo Pontianak Diingatkan Kuatkan Semangat

Santri Pesantren Walisongo Pontianak Diingatkan Kuatkan Semangat
Upacara bendera memperingati hari8 santri di Pesantren Walisongo, Pontianak, Kalbar. (Foto: NU Online/Siti Sutami)
Upacara bendera memperingati hari8 santri di Pesantren Walisongo, Pontianak, Kalbar. (Foto: NU Online/Siti Sutami)
Pontianak, NU Online
Pondok Pesantren Walisongo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati hari santri. Upacara dilaksanakan di halaman gedung Yayasan Pondok Pesantren Walisongo,jalan Ampera Kota Baru Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (22/10).
 
Upacara memperingati hari santri ini dihadiri dewan guru formal dan non-formal serta masing-masing kepala sekolah mulai dari SMP, SMA, MTs, MA dan kepala sekolah diniyah. Serta diramaikan oleh barisan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Walisongo itu sendiri dengan mengenakan baju rapi seragam ala santri juga dihiasi panggung dengan dekorasi sederhana karya santriwati pesantren setempat.
 
Sama seperti tahun sebelumnya, Pesantren Walisongo memanglah selalu mengadakan upacara bendera dalam memperingati hari santri.
 
Ustadz Muhammad Jali selaku guru diniyah putra juga salah satu dosen di kampus STITDAR Pontianak menjadi pembina di pelaksanaan upacara bendera. 
 
Dalam dialognya, dirinya mengatakan bahwa puncak  segala sesuatu adalah kesungguhan dan iman. 
 
“Hari santri mengajak kita bersungguh-sungguhlah dalam usaha pencapain yang sudah diniatkan dan iringi niat dengan keteguhan iman agar menjadi manusia yang tidak mudah goyah dan pantang menyerah,” katanya.
 
Pelaksanaan upacara bendera peringatan hari santri yang dilaksanakan oleh Pesantren Walisongo ini tidak jauh berbeda dengan upacara nasional lainnya. 
Seperti pengibaran bendera merah putih dengan penghormatan umum, pembacaan teks Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu mars santri. 
 
Namun uniknya, pada saat lagu mars santri dinyanyikan mereka mengiringi lagu dengan pukulan drum band pada bas saja. Meski hanya menggunakan satu alat musik, namun mereka sudah membuat para dewan guru terkesan dengan kreatifitas tersebut.
Mereka mampu membuat wajah-wajah yang berbaris menjadi girang dan semangat. 
 
Ustadz Muhammad Jali selaku pembina berharap mudah-mudahan pelaksanaan upacara bendera hari santri mampu membangun semangat untuk terus tumbuh selalu ada dalam hati mereka.
 
“Karena dengan memperingati hari santri itu sudah mengingatkan pada pentingnya mengembangkan sekolah pendidikan agama Islam,” tandasnya.
 
 
Kontributor: Siti Sutami
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile