Peringati Hari Santri di Pulau Bawean dengan Mengarungi Laut Lepas 

Peringati Hari Santri di Pulau Bawean dengan Mengarungi Laut Lepas 
Santri Bawean Gresik mengarungi lautan untuk mengikuti upacara Hari Santri 2019. (Foto: NU Online/M Jauhari Utomo)
Santri Bawean Gresik mengarungi lautan untuk mengikuti upacara Hari Santri 2019. (Foto: NU Online/M Jauhari Utomo)
Gresik, NU Online
Peringatan Hari Santri 2019 dilaksanakan serentak di seluruh sekolah yang berada di bawah Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama dan pondok pesantren hari ini. Termasuk juga di pulau terluar Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yaitu Pulau Bawean.
 
Meski berada di kepulauan, tetapi semangat para santri dalam menyemarakkan momen istimewa dalam rangka peringatan hari santri begitu antusias. Demi mengikuti upacara, mereka pun harus menyeberangi lautan menuju Pulau Gili Timur, Selasa (22/10).
 
Para santri ini berasal dari beberapa pesantren di pulau setempat. Antara lain, Pondok pesantren Darussalam, Tsamratul Afkar Daun, Nurul Huda Pancor, Ummi Roti’ah Telukdalam, Sidomulyo Batusendi, serta Kunfayakun Batusendi.
 
“Semangatnya sangat luar biasa. Walaupun panas di bawah terik matahari, tapi para santri tetap antusias mengikuti upacara,” terang Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bawean, Ustadz Abdul Aziz usai menjadi inspektur upacara peringatan hari santri.
 
Menurutnya, pelaksanaan upacara peringatan hari santri ini digelar sebagai wujud cinta negeri dan tanah air. Kendati dalam kondisi kemarau panjang, namun tetap berlangsung semarak.
 
Bahkan, ribuan santri yang mengikuti upacara rela menyeberangi lautan dengan menggunakan kalotok (perahu keci, red) menuju lokasi di Pulau Gili Timur. 
 
“Santri juga harus dikenalkan untuk mencintai alam wisata yang dimiliki Pulau Bawean, seperti laut dan pesisir pantainya,” kata Ustadz Aziz, saat disinggung terkait alasannya menggelar upacara di pulau tersebut. Melalui momen ini diharapkan, para santri mendapatkan berkah dan bisa melanjutkan perjuangan kiai serta ulama di masa mendatang, lanjutnya.
 
Selain upacara, momen peringatan hari santri juga dimanfaatkan dengan membaca shalawat nariyah. Salah satunya berlangsung di Yayasan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama Hidayatus Salam Lowayu, Senin (21/10) malam. 
 
 
Kontributor: M Jauhari Utomo
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile