IMG-LOGO
Internasional

Strategi ISIS, dari Pasang Bom Bunuh Diri di BH hingga Ternak


Selasa 22 Oktober 2019 21:10 WIB
Bagikan:
Strategi ISIS, dari Pasang Bom Bunuh Diri di BH hingga Ternak
Ilustrasi: New York Post
Jakarta, NU Online
Kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memiliki beragam cara ketika menyerang target tujuannya. Baru-baru ini, ISIS dilaporkan berupaya menyerang pasukan elite Inggris, SAS, dengan menggunakan bom bunuh diri yang dipasang di bra (BH).
 
Dengan menggunakan strategi itu, pengantin ISIS perempuan cukup menunjukkan perutnya saja ketika diperiksa pasukan SAS Inggris. Bom bunuh diri yang terpasang di BH tersebut terhubung dengan peledak plastik di kain. Tujuannya adalah untuk membunuh pasukan koalisi yang menggeledah mereka di pos keamanan.
 
Informasi ini terungkap pada April lalu, setelah penemuan di Afrin, Suriah bagian utara. Bom bunuh diri di bra tersebut diyakini dirancang oleh orang yang memiliki keterampilan tinggi. Meski demikian, tidak ada informasi mengenai apakah strategi ISIS tersebut berhasil atau tidak.
 
“Ini senjata jarak dekat. Mereka adalah perangkat kecil, ringan tetapi dapat dilapisi dengan bahan peledak plastik yang cukup untuk membunuh semua yang berada dalam radius 10 meter,” kata sumber keamanan, dikutip laman mirror, Sabtu (19/20).
 
Bom bunuh diri di bra menjadi ‘senjata ideal’ bagi ISIS ketika mereka berada di pos keamanan. Hal itu juga menunjukkan bahwa ISIS sangat berniat melakukan pembunuhan terhadap mereka yang dianggap musuhnya.
 
ISIS juga menaruh granat di jenazah anak-anak. Granat-granat tersebut ditempel pada jenazah yang diletakkan di pinggir jalan. Ini menjadi jebakan granat ISIS. Pasukan Elite Inggris, SAS, hampir terkena jebakan tersebut.
 
Diberitakan, ketika itu pasukan SAS sedang menuju ke perbatasan Irak di timur laut Suriah. Mereka langsung berhenti ketika melihat dua anak tergeletak di pinggir jalan.
 
Setelah diperiksa, anak-anak tersebut sudah meninggal dan pada jenazahnya dipasang 14 granat. Granat tersebut tersambung dengan kabel yang dipasang pada jenazah dan dikubur di tanah. Kalau jenazah mereka dipindahkan, maka kabel granat tersebut akan tertarik sehingga kuncinya terlepas dan dapat menimbulkan ledakan yang keras. Namun granat pada jenazah anak-anak tersebut berhasil dijinakkan.
 
“Mereka menjinakkan jebakan granat, melepaskannya dari tubuh jenazah anak-anak itu, dan menguburkannya,” kata seorang sumber.
 
Pada Agustus lalu, kelompok ISIS juga memasang bom bunuh diri pada dua ekor sapi untuk menyerang pos pemeriksaan militer di Desa Al-Islah, Diyala, Irak Timur. Akibatnya insiden itu dilaporkan seorang warga sipil meninggal.   
 
Dilaporkan media Kurdi, Rudaw seperti dilansir laman The Independent, Selasa (3/9), dua ekor sapi dengan ikatan rompi bom bunuh diri tersebut semula berjalan menuju pos pemeriksaan militer di Provinsi Diyala. Melihat hal aneh seperti itu, tentara Irak kemudian menembakinya.   
 
Seorang pejabat setempat, Saqid Husseini, menilai, insiden itu menunjukkan bahwa ISIS sudah tidak mampu lagi merekrut orang untuk menjadi ‘pengantin’ bom bunuh diri.  
 
“Insiden akhir pekan menunjukkan ISIS telah kehilangan kemampuan untuk merekrut orang-orang muda dan calon pembom bunuh diri, alih-alih mereka menggunakan ternak," katanya.   
 
Menurutnya, serangan itu juga menjadi pertanda bahwa kelompok ISIS masih eksis dan dekat dengan wilayah di Irak tersebut. Buktinya, mereka memasang bom bunuh diri pada sapi, mengirimnya ke tempat yang menjadi targetnya, dan memantau untuk meledakkannya.
 
Pewarta: Muchlishon
Editor: Muhamad Faizin
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG