Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Fatayat NU Luncurkan Garfa, Barisan Sejenis Banser

Fatayat NU Luncurkan Garfa, Barisan Sejenis Banser
Foto: anggie via twitter
Foto: anggie via twitter
Jakarta, NU Online 
Fatayat Nahdlatul Ulama meluncurkan sebuah wadah baru bernama Garda Fatayat di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat, (25/10). Peluncuran tersebut dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini, Garda Fatayat muncul dan dibahas saat Rapat Kerja Nasional (rakernas) pada tahun 2017 di Palangkaraya, Kalimantan Barat.

“Kita sudah membicarakan ini (Garfa, red). Selama ini, di lapangan ada Fatser (Fatayat Serbaguna) dan Denwatser (Detasemen Wanita Banser), tetapi tidak ada hubungannya dengan Fatayat karena di AD/ART dan PDPRT tidak ada istilah itu,” ungkap Anggi selepas peluncuran, “Karena dari daerah-daerah Fatayat NU muncul keinginan untuk memfasilitasi kader yang tertarik pada wadah seperti Banser, maka dibentuklah Garfa,” lanjutnya 

Menurut Anggi banyak yang bertanya kenapa wadah baru tersebut tidak menggunakan Fatser, karena pada pertemuan dengan pimpinan wilayah, mereka mengingikan nama baru. Alasannya sederhana, karena anggota Garfa nantinya bukan serbaguna. 

“Begitu sederhananya, alasannya sederhana sekali,” ungkap Anggi. 

Meski demikan, anggota Garfa nantinya akan memiliki bertugas yang agak-agak mirip dengan Banser yaitu untuk kesiapsiagaan, protokoler organisasi, bahkan untuk merespons isu terorisme dan radikalisme yang saat ini sering menggaet ibu-ibu muda. 

Pada Konferensi Besar Fatayat NU tahun 2018, bersama pimpinan wilayah membuat petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknisnya (juknis). 

“Mudah-mudahan kita membentuk Garda Fatayat menjadikan benteng Ahlussunah wal Jamaah di kalangan ibu-ibu,” harapnya.

Di akhir masa kepemimpinannya, Anggi menargetkan diadakannya pelatihan untuk Garfa di tingkat nasional mulai dari tingkat dasar, menengah hingga lanjutan. Setelah itu, akan bergerak ke tingkat wilayah atau ke provinsi-provinsi hingga cabang-cabang.

“Mudah-mudahan dalam waktu setahun, Garfa sudah terbentuk di 50 persen provinsi atau wilayah,” pungkasnya. 

Kegiatan yang diikuti para pengurus pimpinan pusat tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh KH Said Aqil Siroj sebagai bentuk syukuran atas terbentuknya wadah baru. 
 

Pewarta: Abdullah Alawi
Editor: Alhafiz Kurniawan
Posisi Bawah | Youtube NU Online