Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Pemerintahan Baru Harus Komitmen Melawan Radikalisme di Kalangan Anak Muda

Pemerintahan Baru Harus Komitmen Melawan Radikalisme di Kalangan Anak Muda
Sejumlah narasumber mengisi acara Silaturahim Pemuda di Kota Serang, Banten. (Foto: NU Online/Rahman)
Sejumlah narasumber mengisi acara Silaturahim Pemuda di Kota Serang, Banten. (Foto: NU Online/Rahman)

Serang, NU Online

Masalah radikalisme di kalangan anak muda menjadi salah satu persoalan yang disoroti oleh sejumlah kalangan. Presiden dan Wakil Presiden RI, Ir H Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin yang baru saja dilantik dua pekan lalu diminta terus memperkuat pemberantasan radikalisme yang kerap muncul dari generasi muda. Apalagi anak-anak muda yang belajar di perguruan tinggi.

 

Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten, Dedi Sunardi ikut memberikan tanggapan terkait masih ditemukannya radikalisme agama di Indonesia terutama di Provinsi Banten. Pemerintah, kata Dedi, sudah sangat tepat memasukan radikalisme menjadi salah satu masalah yang harus segera diselesaikan oleh sejumlah Kementerian.

 

“Ada 4 jendral yang masuk kabinet Indonesia maju semunya punya program tersebut (pemberantasan radikalisme). Radikalisasi itu sudah pada tingat yang tinggi. Ada banyak fakta orang menjadi radikal,” kata dosen yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UIN Banten saat mengisi kegiatan Silaturahim Pemuda di Kota Serang, Banten, Ahad (27/10).

 

Ia menegaskan, radikalisme sangat berbahaya karena dapat merusak kehidupan berbangsa dan berngara bangsa. Indonesia bisa jadi berkeping-keping jika radikalisme dibiarkan. Karena itu radikslisme menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan oleh pemerintahan baru.

 

“Persoalannya adalah jika anak muda kita terdoktrin oleh kelompok radikalis, maka yang benar itu adalah pemberantasan dan pencegahan radikalisme di semua lini dilakukan oleh pemerintah bukan oleh Ormas,” ujarnya menambahkan.

 

Ia mengatakan, perlawanan dan pencegahan radikalisme oleh Ormas rentan memunculkan konflik di masyarakat. Selain itu, untuk memulai meluruskan pemahaman pemuda terhadap radikalisme, maka harus ada pembangunan karakter kepada anak bangsa.

 

“Namun harus ada pembeda antara pembentukan karakter SDM dengan karakter SDM yang disiapkan untuk kebutuhan publik,” ucapnya.

 

Selanjutnya, peran pemuda dan mahasiswa untuk kembali menggaungkan bahaya radikalisme di semua lini menjadi harapan bersama bangsa Indonesia. Tentu tujuan tersebut semata-mata agar Indonesia kondusif, maju dan berkembang.

 

Sementara itu, Kepala Unit Penyebarluasan Informasi Media Cetak pada Dinas Informasi dan Komunikasi (Kominfo) Kota Serang, Rizky Ikhwan, menuturkan pihaknya berkomitmen menjalankan visi misi pemerintah Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Apalagi terkait dengan sosialisasi bahaya laten radikalisme dan berita hoax.

 

“Saat ini juga Pemkot sedang gencar-gencarnya melakukan perombakan khuhsusnya di ranah kelurahan, mengisi kekosongan jabatan agar visi misi itu bisa dijalankan,” paparnya.

 

Kontributor: Abdul Rahman Ahdori

Editor: Aryudi AR

BNI Mobile