Semangati Tim Ad Hoc Penilaian Buku, Kaban Kemenag RI: Teruslah Bergerak 

Semangati Tim Ad Hoc Penilaian Buku, Kaban Kemenag RI: Teruslah Bergerak 
H Abdurrahman Mas'ud (kiri) (Foto: NU Online/Ova)
H Abdurrahman Mas'ud (kiri) (Foto: NU Online/Ova)
Bogor, NU Online
Kepala Badan (Kaban) Litbang Diklat Kemenag RI, H Abdurrahman Mas'ud di sela kesibukannya menyempatkan datang dalam sidang ketiga penilaian buku agama dan keagamaan pada sekolah dan madrasah yang digelar di Hotel Amaroossa Royal Bogor, Selasa (29/10).
 
Dalam arahan singkatnya, Kaban mengapresiasi sekaligus menyemangati tim Ad Hoc yang terdiri dari para ahli (dosen) dan praktisi pendidikan (guru dan pengawas). Kaban mengaku gembira melihat kinerja tim di bawah Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) yang dipimpin Muhammad Zain itu. 
 
“Saya ke sini hendak meng-update sekaligus ter-update karena ini merupakan continuation atau kesinambungan. Setelah ini mungkin ada tim lain lagi nanti. Beberapa rektor dan dirjen Insya Allah datang. Jadi, meskipun singkat harus menyaksikan langsung,” jelasnya.
 
Mas’ud menambahkan, hingga pukul 16.00 masih bersama Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju. “Jadi, kenapa saya terlambat karena hingga jam 4 sore tadi masih bersama Pak Menteri. Tentu, Pak Menteri baru yang kuat dari sisi antiradikalisme-nya,” tutur Kaban.
 
Kepada Menag, Kaban melaporkan kegiatan di Bogor bahwa tidak kurang dari 400 buku sedang direview, dinilai oleh tim khusus. “Dan nanti berakhir dengan stempel atau pengesahan. Jadi, beliau sangat mengapresiasi kerja kita bahwa kita juga menyisir buku dari unsur radikalisme,” ungkapnya.
 
Setelah pengesahan, lanjut Kaban, buku-buku tersebut dipastikan steril dari unsur-unsur intoleransi, ujaran kebencian, radikalisme, dan ekstrimisme. 

“Itu laporan saya ke beliau. Maka bapak ibu punya tugas yang berat, tapi sangat mulia karena menjadi NKRI kita dan para pembaca kita literate, budaya baca tulisnya semakin benar, dan tercerahkan,” tandasnya. 
 
Secara khusus, pria asal Kudus ini merasa bersyukur karena dalam tim ini ada peneliti yang sudah berpengalaman dalam bidang tashih. “Seperti Pak Zarkasyi ini. Beliau sudah ahli soal tashih Al-Qur’an di LPMQ tempatnya bekerja. Kalau di sini lebih kepada tadqiq. Meski demikian, pada intinya sama yakni memvalidasi,” terang Kaban.
     
Doktor jebolan UCLA Amerika Serikat ini menyambut gembira dan berterima kasih kepada seluruh tim, khususnya tim dari luar yang terdiri dari para ahli dan praktisi.  “Keep moving. Terus bergerak. Dan memang nggak boleh lama-lama saya bicara karena bisa mengganggu konsentrasi tim penilai,” pungkasnya. 
 
Secara singkat pula, Zarkasyi Afif dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) selaku moderator melaporkan perkembangan sidang ketiga tersebut. Tampak hadir para penilai antara lain mantan profesor riset Puslitbang Penda Prof Dr Imam Tolkhah, Prof Qowaid Masyhuri, dan Saidah Sakwan dari PP LP Ma’arif NU.  
 
Pewarta: Musthofa Asrori
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile