Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiai Kafabihi Ingatkan Pentingnya Cinta Tanah Air

Kiai Kafabihi Ingatkan Pentingnya Cinta Tanah Air
Kegiatan istighotsah bersama KH Kafabihi Mahrus (Foto: NU Online/Ais Luthfi)
Kegiatan istighotsah bersama KH Kafabihi Mahrus (Foto: NU Online/Ais Luthfi)
Subang, NU Online
Pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Abdullah Kafabihi Mahrus mengingatkan kepada para jamaah tentang pentingnya mencintai tanah air. Sebab mencintai tanah air merupakan bagian dari iman sebagaimana fatwa Hadratus Syekh KH Hasyim Asy`ari hubbul wathan minal iman.
 
"Saya mengingatkan kepada jamaah yang hadir tentang pentingnya mencintai tanah air. Karena mencintai tanah air bagian dari iman," ujarnya.
 
Hal itu disampaikan Kiai Kafabihi saat memimpin istighotsah kubro yang digelar di lapangan Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (9/11) malam.
 
Untuk menguatkan dalilnya, Kiai Kafa mengisahkan penduduk Madinah yang risau dengan kondisi di Madinah yang dilanda berbagai wabah penyakit. Pada saat itu Rasulullah berdoa agar penyakit yang ada di Madinah segera dipindahkan oleh Allah SWT sehingga sampai hari ini Madinah menjadi daerah yang baik.
 
"Pada waktu itu juga sahabat muhajirin yaitu orang-orang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah merasa risau gelisah karena tidak betah hidup di Madinah," tambahnya. 
Melihat kegelisahan para sahabat itu, kemudian Rasulullah berdoa Allahumma habbib ilaina kahubbi Makkah au asyadda Ya Allah cintakanlah kami untuk Madinah sebagaimana kami mencintai Mekkah atau bahkan dengan cinta yang lebih dahsyat daripada mencintai Mekkah.
 
"Jadi Rasulullah mendoakan para sahabat supaya mencintai Madinah melebihi mencintai Mekkah, hal ini sesuai dengan dawuhnya Hadratus Syekh Hasyim Asy`ari, hubbul wathan minal iman," tandasnya.
 
Salah satu panitia kegiatan, Yusuf Hasyim mengatakan bahwa Desa Rancabango merupakan desa yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang padat sehingga untuk bisa menjadi sebuah desa yang maju diperlukan berbagai upaya dari berbagai bidang.
 
"Berdoa dan istigotsah ini merupakan salah satu bagian dari upaya kita untuk menjadikan Desa Rancabango menjadi sebuah desa yang barokah, maju dan juga makmur tentunya," ujar alumni Pesantren Lirboyo itu.
 
Kasi Pembangunan Desa Rancabango ini menambahkan, kegiatan istigotsah atau doa bersama semacam ini merupakan kegiatan positif yang harus dipertahankan untuk itu Pemdes Rancabango merencanakan akan melaksanakan kegiatan serupa di setiap tahunnya.
 
Kontributor: Aiz Luthfi
Editor: Abdul Muiz
BNI Mobile