Peringatan Maulid, Wujud Nyata Cinta pada Manusia Termulia

Peringatan Maulid, Wujud Nyata Cinta pada Manusia Termulia

Pringsewu, NU Online

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanggamus, Lampung KH Ali Fahmi menegaskan bahwa peringatan maulid Nabi merupakan wujud kecintaan (mahabbah) kita kepada Rasulullah SAW. Kecintaan ini di antaranya dengan bahagia dan senang atas kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW, manusia paling mulia.

 

"Untuk menunjukkan mahabbah kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW maka yang paling mudah adalah dengan merasa senang atas kelahiran beliau. Maka peringatan maulid Nabi seperti ini merupakan bentuk rasa senang kita atas kelahiran Rasulullah SAW," ucapnya saat menjadi pembicara pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Masjid Raudlatul Jannah Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Sabtu (9/11) malam.

 

Dalam peringatan maulid, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk memupuk rasa cinta kepada Rasul. Pertama memperbanyak shalawat Nabi, kedua dengan mengerjakan apa-apa yang dikerjakan oleh Nabi atau sunah Nabi dan ketiga menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basariyah, dan ukhuwah wathaniyah.

 

Ia pun mengungkapkan keheranannya kepada sebagian kelompok yang gencar melakukan propaganda dan menyalahkan peringatan maulid. Sehingga ia pun mengajak kepada ratusan jamaah yang hadir untuk tidak terlalu menanggapi hal-hal yang saat ini selalu diteriak-teriakkan oleh kelompok tertentu tentang mana dalil maulid, maulid itu bid'ah, maulid bukan ajaran Nabi, dan sebagainya.

 

"Jadi tidak usah hiraukan orang-orang atau kelompok yang suka membid'ahkan maulid, membid'ahkan yasinan, tahlilan, ziarah kubur dan sebagainya. Biarkan saja mereka begitu, tapi yakinlah bahwa seandainya itu semua memang bid'ah maka para ulama dan kiai NU pasti yang pertama kali akan mengatakan itu bid'ah,” jelasnya.

 

Menurut Kiai Ali Fahmi, orang atau kelompok yang sering dan senang mengatakan bahwa maulid itu bid'ah, biasanya disebabkan kurangnya mengaji atau bahkan tidak pernah mengaji namun sudah merasa paling pintar dan benar.

 

Pada peringatan maulid yang mengambil tema Menjalin Ukhuwah, Menebar Berkah ini juga ditampilkan Santri TPA Raudlatul Jannah yang sudah sudah berhasil menghafal Qur'an juz 30, hafalan Yasin, dzikir dan doa setelah sholat Fardhu. Selain itu tampil juga Hadrah dari Majelis Shalawat dan Ratibul Kubro (Masbro) pada kegiatan yang digagas oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Raudlatul Jannah ini.

 

Kontributor: Henudin

Editor: Muhammad Faizin

BNI Mobile