Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ultah Ke-72 Habib Luthfi Mencerminkan Potret Indonesia

Ultah Ke-72 Habib Luthfi Mencerminkan Potret Indonesia
Habib Luthfi didampingi tokoh lintas agama di Ultahnya yang ke-72. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Habib Luthfi didampingi tokoh lintas agama di Ultahnya yang ke-72. (Foto: NU Online/Abdul Muiz)
Pekalongan, NU Online
Peringatan hari ulang tahun (Ultah) ke-72 Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (Jatman) Habib Muhammad Luthfi bin Yahya menggambarkan Indonesia yang sesungguhnya. Bagaimana tidak, berbagai kalangan turut memperingatinya, dari lintas agama, lintas generasi, golongan dan seterusnya berkumpul di Kanzus Shalawat. Mereka bersama-sama memperingati hari ulang tahun Habib Luthfi.
 
"Semua yang hadir di sini bersama-sama memperingati Hari Pahlawan dan ulang tahun saya, hadir dari berbagai kelompok, golongan, dan etnis. Meski kecil, iniah potret sesungguhnya Indonesia," ujarnya.
 
Hal itu dikatakan Habib Luthfi di sela-sela peringatan ke-74 Hari Pahlawan dan Ultah dirinya di Gedung Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (12/11) malam.
 
Dikatakan, dengan kebersamaan ini punya kesempatan untuk bersama-sama meneguhkan komitemen kebangsaan dan disuarakan dengan lantang. Dirinya termasuk orang paling tidak suka saat seseorang menyuarakan komitem kebangsaan dengan suara 'lemas'. Baginya hal itu tidak menunjukkan jiwa patriotisme.
 
"Jika semua tokoh masyarakat, TNI, dan Polri berkumpul di sini, kira-kira Indonesia bisa dipecah belah atau tidak?," tanya Habib Luthfi sembari didampingi perwakilan tokoh agama juga TNI dan Polri.
 
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Jawa Tengah, HM Saelany Mahfudz yang hadir pada kesempatan ini mengatakan, meski usia Habib Luthfi bertambah satu tahun usianya, akan tetapi secara penampilan tampak semakin muda.
 
"Usia boleh bertambah, tapi yang hadir di Gedung Kanzus Shlawat bersepakat bahwa Habib Luthfi bin Yahya tampak semakin muda, semoga tetap sehat dan bisa berkiprah untuk Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, bahkan dunia," ujarnya.
 
Dikatakan, Peringatan Hari Pahlawan yang diperingati bangsa Indonesia berdasarkan peristiwa heroik tanggal 10 November di Surabaya tahun 1945 silam terus tertanam di dada para generasi penerusnya. Sementara Kota Pekalongan sangat bangga memiliki Pahlawan Milenial yakni Habib Luthfi yang hari ulang tahunnya bertepatan dengan Hari Pahlawan.
 
"Habib Luthfi adalah sosok yang sangat komplit di semua bidang, baik di bidang keagamaan, kerukunan, pembangunan, pendidikan, dan ketahanan, keilmuan Habib Luthfi tidak kita ragukan lagi," tegasnya. 
 
Sore harinya sebelum acara resepsi ulang tahun, Habib Luthfi menggelar acara ziarah. Kegiatan diawali dengan apel, tabur bunga, dan pembacaan yasin serta tahlil. Hadir seluruh tamu undangan dari jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), anggota TNI, Anggota Polri, veteran, Satpol PP, Dishub, Banser, Pemuda Pancasila, dan santri.
 
Usai pimpin apel, Habib Luthfi didampingi istri, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, dan beberapa tamu undangan melakukan tabur bunga ke beberapa makam pahlawan. Secara khusus Habib Luthfi melakukan doa ke makam nomor 001 Mbah Plangi dengan khusuk. 
 
Terkait salah satu makam atas nama Mbah Plangi yang diziarahi Habib Luthfi disebutkan bahwa beliau adalah sosok pejuang perempuan pimpinan panglima perang angkatan laut. Makanya sering diziarahi oleh warga Kabupaten Pemalang setiap Selasa malam.
 
"Mbah Plangi adalah penghuni TMP Kota Pekalongan pertama kali, bahkan konon Mbah Plangi sudah ada makamnya di kawasan TMP, sebelum TMP dibangun oleh Pemerintah Kota Pekalongan sebagai taman makam pahlawan," ujar Marjo peserta rombongan ziarah.
 
Pewarta : Abdul Muiz
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile