Fatayat NU Kota Makassar Dorong Kesadaran Kritis Perempuan untuk Keadilan Gender

Pelantikan pengurus Fatayat NU Kota Makassar, Ahad (10/11)
Pelantikan pengurus Fatayat NU Kota Makassar, Ahad (10/11), Fatayat NU Kota Makassar Dorong Kesadaran Kritis Perempuan untuk Keadilan Gender
Pelantikan pengurus Fatayat NU Kota Makassar, Ahad (10/11), Fatayat NU Kota Makassar Dorong Kesadaran Kritis Perempuan untuk Keadilan Gender
Makassar, NU Online
Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Makassar, Sulawesi Selatan mendorong agar semua kadernya membangun kesadaran kritis perempuan. Kesadaran kritis tersebut, menurut Ketua Fatayat NU Kota Makassar Mutmainnah Syam, diperlukan untuk mewujudkan keadilan gender.
 
Menurut perempuan yang sering disapa Ainha ini, ada banyak permasalahan perempuan di Kota Makassar yang menjadi PR Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda NU.
 
"Kita punya banyak masalah perempuan, misalnya tingginya angka kemiskinan pada perempuan kerap kali menjadi penyebab KDRT. Lalu masih marak pernikahan anak. Hal ini menyebabkan kualitas pendidikan perempuan otomatis rendah karena harus putus sekolah," kata Ainha saat pelantikan dirinya sebagai Ketua Fatayat NU Kota Makassar, Ahad (10/11).
 
Permasalahan lainnya adalah masih tingginya pelecehan seksual, perdagangan perempuan, rendahnya tingkat kesehatan reproduksi perempuan, angka kematian ibu yang tinggi. "Fatayat NU Kota Makassar harus mengambil peran untuk ikut menyelesaikan segudang masalah perempuan tersebut," tegasnya.
 
Selain itu, menghadapi era revolusi industri 4.0, Fatayat NU sadar harus untuk memberikan pembekalan kepada seluruh anggotanya. Era baru revolusi industri 4.0, mau tidak mau atau suka tidak suka, harus  diimbangi oleh semua pihak, tak terkecuali Fatayat NU.
 
"Pengurus Fatayat NU harus punya skill IT. Sekarang pemasaran ekonomi dan ideologi terjadi di internet, mimbar dakwah bergeser, tidak lagi bertumpu pada masjid tapi di youtube, di internet. Jamaahnya lebih banyak ketimbang di depan mimbar masjid, jadi Fatayat harus melek IT," ungkap perempuan yang juga penerima beasiswa LPDP program Magister ini.

Ia menyebutkan, era dulu dan sekarang berbeda. Jika dahulu buta aksara adalah tidak bisa membaca, sekarang buta aksara bukan lagi yang tidak bisa membaca, tapi tidak bisa IT dan bahasa asing.
 
Pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Makassar, sekaligus bersamaan dengan pelantikan PimpinanAanak Cabang Fatayat NU Kota Makassar periode 2019-2024. Acara berlangsung di Aula Balai Diklat Keagamaan Kota Makassar. 

Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar, Ketua PCNU Kota Makassar, Ketua Muslimat NU Kota Makassar, Ketua PW Fatayat NU Sulsel, Ketua GP Ansor Sulsel dan Makassar, PMII, LTNU, SP Anging Mammiri.
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile