IMG-LOGO
Nasional
FESTIVAL TAJUG 2019

Kunci Kesuksesan Bisnis: Amanah


Kamis 14 November 2019 05:30 WIB
Bagikan:
Kunci Kesuksesan Bisnis: Amanah
Qori Roadshow di Majalengka dibarengi dengan Maulid Nabi dan pelantikan pengurus RMI, Selasa (12/11) malam (Foto: Syarif)
Majalengka, NU Online
Membuka sebuah usaha ekonomi atau bisnis, harus disertai dengan amanah. Bahkan, amanah menjadi kunci sukses utama keberhasilan bisnis.
 
Hal itu disampaikan Wakil Ketua LTM PBNU, H Agus Wustho pada kegiatan Qari Roadshow untuk memeriahkan Festival Tajug 2019, Selasa (12/11) malam di Pondok Pesantren Mambaul Huda, Majalengka, Jawa Barat.
 
"Dengan amanah maka aman dan tidak ada yang menunggak, karena amanah sesuatu yang dipercayakan dan dititipkan kepada orang lain," kata H Agus Wustho.
 
H Agus Wustho sebelumnya membeberkan kesuksesan pondok pesantren yang diasuh Kiai Sobari di Mojokerto. Pondok pesantren tersebut anti dengan pengajuan proposal untuk membiayai kegiatan. Namun pesantren mempunyai bisnis, yang bahkan manajernya pun digaji senillai 42 juta rupiah per bulan.
 
"Jadi kuncinya ada di dunia perdagangan. Di luar pesantren mereka bisnis," kata H Agus Wustho yang sengaja menceritakan hal itu sebagai motivasi kepada para pengurus RMI NU Majalengka yang malam itu dilantik.
 
Pesantren kedua yang juga mengembangkan usaha adalah Sidogiri di Pasuruan. Dengan mengembangkan koperasi total asetnya sekarang mencapai dua triliun 250 miliar dan memiliki 300 cabang.
 
"Pendirinya adalah Mahmud Ali Zain lulusan pesantren, dengan karyawan 160 ribu orang. Syarat karywan di situ adalah dilarang menggunakan jilbab, karena karyawanya semua laki-laki," kata H Agus Wustho disambut meriah jamaah.
 
Para jamaah, terutama pengurus RMI yang baru dilantik, disarankan H Wustho untuk melakukan studi banding di kedua pesantren tersebut untuk mempelajari tata kelola bisnis yang dijalankan.
 
Mengutip Ketua Umum LTM PBNU H Mansyur Syairozi, H Agus Wustho menyampaikan bahwa banyak pengurus NU yang baru dilantik langsung membuat kartu nama. Kartu nama tersebut menyebar ke mana-mana, tetapi mereka tidak melakukan apa-apa. Hal itu sebagai sebuah keprihatinan.
 
"Saya juga mendapat amanat dari KH Ma’ruf Amin bahwa ekonomi, khususnya di Nahdiyin sangat lemah. Hal itu terjadi karena orang NU banyak waktunya terbuang," ujarnya.
 
Ia menyinggung pintu rezeki totalya ada sepuluh, di mana sembilan pintu berada di bidang perdagangan, sementara hanya ada satu pintu di posisi pegawai atau karyawan.
 
Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Majalengka, KH Umar Sofur mengatakan jika bertanya orang itu sukses atau tidak maka jangan tanyakan penghasilannya. Tetapi, tanyakan berapa pengeluaran per harinya. "Sebab ada orang yang bisa mendapatkan uang tapi tidak sukses mengeluarkan uang atau gagal," ujarnya.
 
Qari Roadshow di Majalengka menghadirkan qari internasional H Qadarasmadi Rasyid, qari nasional H Mahdafikani, dan qari asal Majalengka, KH Zaki Burhani. Selain di Purwakarta dan Majalengka, Qari Roadshow juga diadakan di Masjid Agung Sumber, Cirebon pada Jumat, 15 November 2019; Islamic Center Indramayu, Senin, 18 November 2019; dan Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan pada Selasa, 19 November 2019.  
 
Adapun Festival Tajug 2019 merupakan tahun kedua setelah diadakan gelaran yang sama setahun lalu. Festival Tajug 2019 berlangsung di Keraton Kasepuhan Cirebon, 22-24 November 2019, menyertakan 12 kegiatan, yakni Zona Santri Millenial, Pelatihan Shalat Sempurna, Pelatihan Muharrik Masjid, Bersih-bersih Masjid Kesultanan, Lomba Film Pendek Masjid, Halaqah Kemasjidan, Qari Roadshow, Lomba Azan Pitu, Lomba Hadrah, Lomba Kaligrafi, Lomba Puji-pujian, dan Lomba Marching Band.  
 
Festival Tajug dijadwalkan dibuka oleh Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, dihadiri oleh Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, serta dimeriahkan oleh penyanyi reliji Puja Syarma. 
 
 
 
Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Abdullah Alawi
Bagikan:

Baca Juga

IMG
IMG