Cegah Stunting, Masyarakat Harus Perhatikan Tiga Hal Ini

Cegah Stunting, Masyarakat Harus Perhatikan Tiga Hal Ini
Ahmad Syafiq, Kepala Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH UI). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Ahmad Syafiq, Kepala Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH UI). (Foto: NU Online/Syakir NF)
Jakarta, NU Online
Stunting menjadi masalah yang membahayakan bagi masa depan anak dan negara. Pasalnya, masalah kekurangan gizi ini memberi dampak negatif terhadal kondisi intelektualitas dan fisik seseorang.
 
Masyarakat harus tahu dan perlu menyadari betapa berbahayanya stunting ini jika terjadi pada anak-anaknya. Mereka juga harus menyadari bahwa permasalahan ini bisa diatasi dan ditentukan oleh motivasi dan kesadaran masyarakat untuk mengatasinya.
 
Kepala Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH UI) Ahmad Syafiq mengingatkan tiga hal kepada masyarakat. Pertama, konsumsi makanan yang harus cukup.
 
"Cukup berarti bukan hanya jumlahnya, tetapi juga jenisnya dan frekuensinya," kata Syafiq saat diskusi di Pojok Gus Dur, Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (18/11).
 
Artinya, seberapa sering anak itu makan, seberapa banyak yang dimakan, apa saja yang dia makan.
 
Kedua, lanjutnya, para orang tua harus melindungi sebaik mungkin anak-anaknya dari penyakit dan infeksi, terlebih berulang-ulang. "Cegah, lindungi anak-anak kita dari sakit dan infeksi apalagi berulang-ulang. Itu ongkos gizinya, biayanya itu sangat mahal apalagi dalam masa tumbuh dan kembang," ujar dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
 
Pasalnya, protein yang harusnya menjadi dasar anak tumbuh kembang malah dipakai untuk memerangi penyakit dan infeksi sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat dan terganggu.
 
Terakhir, hal yang tidak kalah penting adalah dorongan motivasi bagi anak-anak. "Kemudian yang ketiga yang tidak kalah pentingnya dinyatakan oleh WHO adalah pentingnya stimulasi psikososial. Jadi anak ini harus diasuh dengan mengasah dan mengasihinya," kata akademisi asal Pondok Buntet Pesantren itu.
 
Menurutnya, itu bagian tidak terpisahkan dalam hal tumbuh kembang anak yang optimal. Pasalnya jika anak terkena stunting, kondisi intelektualitasnya menjadi terbatas. Hal tersebut berdampak besar terhadap prestasi dan daya saingnya.
 
Tiga hal ini menjadi penting dalam membangun Indonesia ke depan yang lebih maju dan unggul selain tentu pembangunan karakter dan watak kepribadian setiap individunya.
 
Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile