LAZISNU Jombang Targetkan UPZISNU Terbentuk di Seluruh Desa

LAZISNU Jombang Targetkan UPZISNU Terbentuk di Seluruh Desa
Jombang, NU Online
Belakangan ini Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang, Jawa Timur seringkali turun ke bawah (turba). Lembaga ini mendorong pengurus NU tingkat desa untuk membentuk Unit Pengelola Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU). 
 
Seperti halnya pada Selasa (19/11) malam di Desa Jarak, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Bertepatan pada kegiatan lailatul ijtima (LI), LAZISNU sekaligus berkoordinasi dengan beberapa Pengurus Ranting NU setempat dalam pembentukan UPZISNU.
 
Menurut Ketua PC LAZISNU Jombang, Ahmad Zainudin, sosial kemasyarakatan di Wonosalam terbentuk demikian baik. Ada potensi besar kegiatan-kegiatan sosial dalam rangka merekatkan tali persaudaraan atarwarga bisa dilakukan secara istiqamah. Dalam hal ini tugas UPZISNU adalah menggerakkan kegiatan-kegiatan tersebut agar lebih bisa dirasakan warga sekitar. 
 
"Desa yang terletak di lereng Gunung Anjasmara ini sangat kuat dalam ber-NU. 
Dan kini kegiatan sosialnya akan segera digerakkan melalui UPZISNU," katanya.
 
Pria yang akrab disapa Gok Din ini menegaskan, warga Wonosalam juga cukup majemuk. Baik dalam organisasi kemasyarakatan yang diikuti maupun agama yang dianut. Dan peran UPZISNU harus tidak pandang bulu, bahkan harus diperhatikan dengan kadar yang sama.
 
"Sasarannya tidak hanya warga NU tapi juga Ormas lain juga warga Non-Muslim, sehingga visi Islam rahamatan lil alamin dapat diwujudkan oleh warga Nahdliyin Desa Jarak," ucap Ketua Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Yalatif Jombang ini.
 
Ia mengaku, semenjak dibentuk, UPZISNU sudah berdiri di sejumlah desa di Jombang sekitar 35 persen, pada akhir Desember bulan depan ditargetkan mencapai 50 persen. Sementara sisanya difokuskan pada tahun 2020 mendatang.
 
"50 persen itu kurang lebih dari 160 ranting NU. Nanti akan terbentuk UPZISNU," jelasnya.
 
Segala persiapan dan upaya membentuk UPZISNU terus dilakukan, sehingga pada tahun 2020 semua UPZISNU terbentuk di Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama. Jika upaya ini berjalan mulus, NU akan semakin mandiri dan kuat.
 
Semua program yang dirumuskan NU akan terlaksana dengan anggaran yang bersumber dari internal NU, bukan dari pihak luar. Begitu juga dengan warganya, NU selalu bisa memberikan bantuan kepada mereka yang sedang membutuhkan.
 
"Target 2020 100 persen ranting NU sudah terbentuk UPZISNU. 2021 semua ranting NU bisa mandiri dan mampu mensupport MWCNU dan PCNU dalam pembiayaan kegiatan," pungkasnya.
 
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile