FESTIVAL TAJUG 2019

Ridwan Kamil Ungkap Program Jabar Kembangkan Potensi Santri

Ridwan Kamil Ungkap Program Jabar Kembangkan Potensi Santri
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat pembukaan Festival Tajug, Jumat (22/11) di Alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat (Foto: NU Online/Kendi Setiawan)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat pembukaan Festival Tajug, Jumat (22/11) di Alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat (Foto: NU Online/Kendi Setiawan)
Cirebon, NU Online
Gubernur Jawa Barat H Ridwan Kamil mengatakan sejumlah upaya dilakukan oleh Pemerintah Jawa Barat dalam memberdayakan potensi santri. Selama 12 bulan terakhir, telah ada 1500 pesantren yang diberi modal dan pelatihan. Dari jumlah itu, lahir sekitar 500 usaha baru, dan sisanya usaha kecil menjadi besar. 
 
"Kami punya mimpi pesantren bisa mandiri. Di dalam kemandirian bisa memudahkan urusan santri dan mengembangkan fasilitas yang lebih baik," kata Kang Emil saat menghadiri pembukaan Festival Tajug di Alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/11).
 
Kang Emil menyebutan contoh di Bogor ada pesantren yang bisa menggratiskan 15 ribu santri karena punya pabrik roti dan pabrik sabun. "Ini adalah contoh untuk masa depan di mana ekonomi umat itu bisa betul-betul hadir oleh santri-santri dan umat yang diberi dorongan," lanjutnya.
 
Di samping itu, Gubernur Jawa Barat yang merupakan keturunan dari KH Muhyidin (Mama Pagelaran) salah satu Panglima Hizbullah di Jawa Barat itu, menegaskan bahwa saat ini 5 ulama muda Jawa Barat sedang berdakwah di Eropa. Kelimanya disaring dari 30 peserta program English for Ulama yang diadakan oleh Pemerintah Jawa Barat bekerjasama dengan Pemerintah Inggris. 
 
Selama di Inggris, mereka berdiskusi dengan Walikota-walikota di Inggris, diundang ke Parlemen Inggris memberi pesan Islam Wasathiyah Islam yang ramah, membawa pesan perdamaian, sehingga negara lain paham bagaimana praktik keislaman di Jawa Barat.
 
"Karena jika kita ke perpustakaan di Inggris kalau kita cari kata kunci tentang Islam, maka yang keluar adalah buku-buku terorisme dan radikalisme," sebut Kang Emil mengungkapkan dasar diadakannya program tersebut.
 
Menurut Kang Emil program-program tersebut merupakan aplikasi dari wasiat dan nasihat Kanjeng Sunan Gunung Jati 'Ingsun titip tajug lan fakir miskin' . Program lainnya adalah adanya 'Satu Desa Satu Hafidz'. Dari program ini sebanyak 1500 hafidz Qur'an sudah mulai bergerak ke desa-desa untuk mengembangkan konsep 'Satu Desa Satu Hafidz Qur'an.' 
 
Selama empat tahun ke depan Kang Emil berharap tidak ada lagi desa di Jawa Barat yang tidak punya penghafal Al-Qur'an.
 
Pembukaan Festival Tajug dihadiri juga Wapres KH Ma'ruf Amin, dan para raja dan sultan se-Nusantara. Festival Tajug yang diadakan untuk kedua kalinya di tahun ini digagas Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU bekerjasama dengan Keraton Kasepuhan Cirebon. Festival Tajug diagendakan berlangsung hingga Ahad (24/11) besok. Sejumlah kegiatan tambahan diadakan untuk memeriahkannya, seperti halaqah kemasjidan, pelatihan shalat sempurna, lomba azan pitu, lomba hadrah, lomba kaligrafi, dan pameran. 
 
 
Kontributor: Adrian Fauzi Rahman
Editor: Kendi Setiawan
 
BNI Mobile