Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Semarak Maulid SMPN di Jember, Hadirkan Nabi Muhammad sebagai Idola

Semarak Maulid SMPN di Jember, Hadirkan Nabi Muhammad sebagai Idola
Para guru SMPN 1 Silo dan panitia Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW berpose bersama para pengisi acara Lomba Keagamaan. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Para guru SMPN 1 Silo dan panitia Semarak Maulid Nabi Muhammad SAW berpose bersama para pengisi acara Lomba Keagamaan. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Geliat kegiatan keislaman di SMPN 1 Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur cukup mengesankan. Bagi lembaga yang terletak di Dusun Onjur, Desa Sempolan, Kecamatan Silo ini, tidak ada hari-hari besar Islam tanpa kegiatan. Kali ini sekolah tersebut menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan beragam kegiatan, Sabtu (23/11). Di antaranya adalah lomba kaligrafi, pidato dan tartilul Qur'an dengan diikuti 191 peserta, yang datang dari SD/MI se-Kabupaten Jember.

 

Menurut Kepala SMPN 1 Silo, Setyo Tugas Irianang, acara tersebut dimaksudkan sebagai ajang kontestasi yang sehat dan sportif. Katanya, anak-anak perlu diasah otaknya dan dibina akhlaknya, juga berlomba secara sportif wajib dibiasakan sedini mungkin.

 

“Sebab mereka adalah masa depan Indonesia yang sesungguhnya,” kata Irianang saat memberikan sambutan.

 

Ia menambahkan, yang terpenting dari peringatan maulid adalah menggiring para murid agar mencintai Nabi Muhammad SAW dengan sepenuh hati. Sebab ketika manusia cinta kepadanya, maka apa yang diperintahkan dituruti, dan apa yang dilarang dijauhi.

 

“Untuk itu, sosok Nabi Muhammad harus diperkenalkan terus-menerus kepada mereka. Sebab ketika sosoknya sudah dikenal begitu rupa, maka kemudian diharapkan beliau menjadi idola,” ungkapnya.

 

Di bagian lain, Irianang mengaku miris dengan fenomena remaja dewasa ini. Mereka cenderung memperturutkan hawa nafsu dengan menjadikan gawai atau handphone (HP) sebagai pegangan hidup. Masalahnya adalah bahwa informasi dan tayangan yang masuk ke gawai tidak semuanya bagus dan mendidik, malah bisa sebaliknya.

 

Oleh karena itu, lanjutnya, orang tua tidak boleh tinggal diam dalam menghadapi masalah itu. Malah punya kewajiban memberikan pengarahan dan mengontrol keasyikan anaknya dalam bergawai ria.

 

“Tidak boleh tidak, orang tua wajib mengontrol penggunaan HP anaknya. Jangan biarkan mereka terlalu bebas mengakses informasi dan tayangan yang mungkin tidak sesuai dengan adat dan budaya kita,” urainya.

 

Dikatakannya, kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah juga menjadi modal penting bagi peserta didik untuk menghadapi dunia informasi yang semakin canggih, sehinga diharapkan bisa memilih dan memilah mana yang baik dan buruk.

 

“Kami semua beraharap anak didik kita sebagai generasi emas yang agamis dan cerdas serta senantiasa mampu berlomba-lomba dalam kebaikan melalui kegiatan lomba keagamaan,” pungkasnya.

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

 

BNI Mobile