HARI GURU

Perlu Ada Perubahan Pola Pikir Guru di Era Milenial

Perlu Ada Perubahan Pola Pikir Guru di Era Milenial
Ilustrasi (NU Online)
Ilustrasi (NU Online)
Jakarta, NU Online
Dunia berkembang begitu dinamis. Perubahan terjadi begitu cepatnya. Terlebih dengan adanya teknologi yang mengubah berbagai hal ke dalam bentuk digital. Generasi milenial dan generasi Z yang menjadi warga asli digital (digital native) menuntut berbagai perubahan guna memenuhi kebutuhannya.

Hal ini ditangkap oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Dalam teks pidatonya yang tersebar di jagat maya, menteri yang masih berusia 36 tahun itu menyampaikan perlunya guru mengajak siswa berdiskusi, memberi kesempatan mereka mengajar, mencari bakat mereka, hingga membuat proyeksi bakti sosial.

Menanggapi pidato tersebut, Pakar Pendidikan Muhammad Zuhdi menyampaikan hal tersebut sangat relevan di era saat ini. Namun, dalam penerapannya perlu perubahan pola pikir guru untuk mewujudkan hal tersebut.

“Apa yang diharapkan Mendikbud sangat relevan dengan kebutuhan siswa generasi milenial. Nah, untuk itu, perlu ada perubahan mindset (pola pikir) guru,” katanya kepada NU Online pada Senin (25/11).

Menurutnya, banyak guru yang saking merasa tanggung jawabnya sehingga mendominasi jalannya proses pembelajaran di kelas dengan begitu banyak menyampaikan materi dan pesan-pesan moral kepada siswa-siswi mereka. Perubahan pola pikir ini penting guna melihat murid dengan cara pandang yang berbeda.

“Nah, perlu ada proses perubahan mindset bagi mereka agar melihat siswa secara berbeda dan melihat proses belajar dengan perspektif yang baru,” jelas Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Zuhdi melihat beberapa sekolah sudah menerapkan proyek-proyek sosial sebagaimana yang diharapkan oleh Mendikbud. Pun dengan penggalian bakat setiap murid dengan beragam kegiatan yang mereka laksanakan.
 
Lebih dari itu, ia juga menemukan satu ungkapan sebagai metode yang populer di kalangan guru, yakni setiap individu adalah guru, everyone is a teacher.

“Ini yang menurut saya perlu dishare ke sekolah-sekolah yang masih mengedepankan belajar konvensional,” kata alumnus Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi, Jawa Barat itu.

Pewarta: Syakir NF
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile