Peringati Hari Guru, Gus Mus Unggah Foto Bersama Para Ulama

Peringati Hari Guru, Gus Mus Unggah Foto Bersama Para Ulama
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Jakarta, NU Online
Peringatan Hari Guru yang setiap tahunnya jatuh pada 25 November ini dirayakan oleh siapa pun yang menganggap penting keberadaan sosok guru bagi perjalanan hidupnya. Melalui media sosial seperti Twitter dan Facebook, netizen beramai-ramai mengungkapkan perayaan hari guru.
 
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Mustofa Bisri misalnya memeringati Hari Guru dengan mengunggah sebagian foto-fotonya bersama para ulama yang dianggap sebagai guru-gurunya. Gus Mus, demikian kiai ini kerap disapa mengunggah melalui akun twitternya, @gusmusgusmu.
 
Dalam unggahan foto itu, Gus Mus terlihat misalnya foto bersama Prof Quraish Shihab, Gus Mus bersama Syekh Hisyam Kabbani, Gus Mus bersama Habib Lutfi Pekalongan, Gus Mus bersama KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Gus Mus bersama KH Maimoen Zubair, dan Gus Mus bersama KH Cholil Bisri.
 
"Tokoh-tokoh yang sempat berfoto bersamaku dan gambar mereka sempat kuunggah saat ini, adalah sebagian dari tokoh-tokoh yang kuanggap sebagai guru-guruku," kata Gus Mus pada Ahad (24/11) malam.
 
Menurut Gus Mus, para ulama yang berfoto bersamanya itu, sebagaimana siapa pun, memiliki kelebihan. Kelebihan itulah yang dianggapnya penting dan dilihatnya. Sebaliknya, mereka, sambungnya, sebagaimana siapa pun juga, memiliki kekurangan, akan tetapi, Gus Mus tidak melihat dan tidak ingin melihat kekurangannya.
 
"Untuk apa? Alhamdulillah mereka semua baik kepadaku. Boleh jadi antara lain karena mereka tidak melihat dan tidak ingin kekurangan-kekuranganku yang padahal segunung," kata Gus Mus.
 
Lebih lanjut, Gus Mus mengaku bersyukur, meski para ulama itu sama-sama memiliki kelebihan, tapi tidak selalu sama dalam pandangan atau cara mereka dalam mengaktualisasikannya.
 
Tampaknya, dalam pandangan Pengasuh Pesantren  Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang ini, mereka juga tidak ingin atau apalagi berusaha menyama-nyamakan. Ia melihat, perbedaan dalam pandangan atau aktuliasinya itu sebagai rahmat Allah.
 
"Inilah rahmat Allah yang sebenarnya dalam pergaulan hidup bersama. Wallahu a'lam. Selamat malam," ucapnya.
 
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile