Ansor, Gusdurian dan Umat Kristen Bojonegoro Perkuat Persatuan

Ansor, Gusdurian dan Umat Kristen Bojonegoro Perkuat Persatuan
Ansor, Gusdurian dan umat Kristen berdialog soal keberagaman. (Foto: NU Online/M. Yazid)
Ansor, Gusdurian dan umat Kristen berdialog soal keberagaman. (Foto: NU Online/M. Yazid)
Bojonegoro, NU Online 
Perbedaan seyogyanya memang tidak menjadikan perselihan, justru sebagai pemersatu dalam sebuah keberagaman. Semangat persatuan ini diwujudkan Gusurian bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur dalam bentuk silaturahim ke Gereja Isa Almasih (GIA) Cabang Baureno, Ahad (24/11) malam.
 
Para pecinta Gusdur di Kabupaten Bojonegoro dan anggota Ansor Baureno diterima langsung jemaat gereja. Mereka kemudian makan bersama dan nonton film terkait toleransi antarumat bergama di Arab Saudi yang sudah disiapkan gereja. Setelahnya mereka berdiskusi terkait keberagaman. 
 
"Berteman itu baik, sehingga pertemuan ini bermacam-bermacam enak dan tidak membeda-bedakan," kata pendeta Bambang Purwanto, saat menerima silaturahim Gusdurian dan Ansor.
 
Ia berkisah, bahwa belakangan dirinya memang ingin kenal lebih dekat dengan Gusdurian. Keinginan itu muncul saat ia mengikuti kegiatan kebangsaan beberapa waktu terakhir. Keinginan itu kemudian benar-benar terwujud lantaran Ansor menjembataninya.
 
"Semuanya ingin kebersamaan di tengah-tengah keberagaman. Setelah pertemuan ini bisa ditindaklanjuti dengan kegiatan lainnya yang lebih besar dan bermanfaat," terangnya.
 
Sementara itu Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Baureno, Bojonegoro Rohmat Mualim mengucapkan terimakasih atas penyambutannya. Pertemuan ini menurutnya salah satu bentuk upaya meneruskan perjuangan Gus Dur yang gemar merajut keberagaman.
 
"Tuhan menciptakan perbedaan, kita harus menerima perbedaan itu. Bukan menjadikan perbedaan sebagai permasalahan, tetapi bagaimana kita merajut keberagaman itu," jelasnya.
 
Selain itu lanjut Rohmad, dalam Al-Qur'an pun juga sudah mengatur berbedaan. Termasuk diungkapkan 'Bagimu agamamu, bagiku agamaku'. "Harapannya silaturahim ini tetap terjaga, menjadikan persaudaraan antarumat beragama di Baureno," ungkap Rohmad.
 
Koordinator Gusdurian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Heri Puji Santoso mengapresiasi kebersamaan yang terjalin di Kecamatan Baureno. Banyak hal yang ia sampaikan seputar keberagaman sesuai ajaran dan perilaku Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid.
 
"Sejak dulu Gus Dur sudah memperjuangkan keberagaman dan perbedaan. Hal-hal minoritas selalu dibela Gus Dur, agar berbedaan tidak menjadikan pertentangan maupun konflik," tuturnya.
 
Pria yang akrab dipanggil Kaji Herry juga menambahkan terkait Gusdurian, sebagai wadah salah satunya lintas agama yang ada di dalamnya. Banyak hal yang diajarkan di Gusdurian, mulai toleransi, keberagaman hingga kebersamaan.
 
"Sehingga Gusdurian selalu hadir merawat perbedaan menjadi sesuatu yang indah. Bukan dijadikan persoalan yang harus diperdebatkan," pungkas aktivis Nahdlatul Ulama itu.
 
Kontributor: M. Yazid
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile