Belasan Terbang Jidor Meriahkan Maulid Nabi di Kawasan Batu

Belasan Terbang Jidor Meriahkan Maulid Nabi di Kawasan Batu
Belasan grup terbang jidor pada peringatan maulid di Desa Junrejo, Kota Batu, Jatim. (Foto: NU Online/Bellgis Avrianzah)
Belasan grup terbang jidor pada peringatan maulid di Desa Junrejo, Kota Batu, Jatim. (Foto: NU Online/Bellgis Avrianzah)
Batu, NU Online
Rabi'ul Awal memang bulan spesial bagi umat Muslim sedunia. Pada bulan ini terdapat tanggal kelahiran Rasulullah SAW yaitu 12 Rabi'ul Awal. Biasanya banyak acara yang dilaksanakan untuk mengenang kelahiran Rasulullah yang biasa disebut Maulid Nabi.
 
Begitu pula dengan masyarakat Desa Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Penduduk setempat memperingati Maulid Nabi sekaligus meresmikan pendirian mushala Baitul Rahmah pada Ahad (24/11). 
 
Namun ada yang berbeda dari peringatan maulid yang digelar di tempat ini. Setidaknya sebanyak 15 grup terbang jidor mengiringi lantunan shalawat yang dikumandangkan oleh vokalis. Mereka tampil secara bergiliran dan menampilkan sejumlah kreasi sembari tentu saja melantunkan shalawat.
 
"Pada acara ini ada 9 grup terbang jidor berasal dari grup ibu-ibu dan 6 dari laki-laki atau putra," ungkap Srianah, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Junrejo. 
 
Ia mengaku bahwa grup-grup tersebut sudah terlatih sejak lama. Konon, almarhum mantan lurah sebelumnya mengumpulkan jamaah terbang jidor yang sudah terbentuk pada setiap Rukun Warga (RW). 
 
Menurutnya, lewat kreasi dan kerja keras serta pendekatan yang dilakukan mantan lurah sehingga sejumlah grup terbang jidor bisa bertahan hingga kini. Belum lagi tradisi yang dimiliki penduduk setempat.
 
"Dulu, Pak Nursodiq selaku almarhum lurah yang sebelum ini mengumpulkan jamaah ibu-ibu yang ada di setiap RW. Ya meskipun banyak juga kebudayaan yang dilestarikan di sini. Ada banteng, dan lain-lain, termasuk terbang jidor ini," ujarnya.
 
Selain itu ada juga pertemuan seluruh grup terbang jidor se-Desa Junrejo setiap 3 bulan sekali. Agar berjalan sesuai harapan dan menghargai para anggota, maka pertemuan tersebut dilakukan secara bergilir dengan memanfaatkan rumah penduduk atau anggota yang ada.
 
"Kita juga ada pertemuan triwulan. Jadi 3 bulan sekali kita berkumpul seperti arisan. Tempatnya juga menyesuaikan. Gantian siapa yang dapat gilirannya," tandasnya. 
 
Lewat kreasi yang ada, lingkungan ini dapat memeriahkan sejumlah kegiatan agama dengan aneka kreasi yang ada. Terbang jidor menjadi pembeda dengan kawasan lain.
 
 
Kontributor: Bellgis Avrianzah
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile