Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kaderisasi IPNU-IPPNU Memperkuat Perjuangan Jamiyah

Kaderisasi IPNU-IPPNU Memperkuat Perjuangan Jamiyah
Latihan Kader Muda (Lakmud) PKPT IPNU-IPPNU Institut KH Abdul Chalim (Ikhac) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Syaiful Alfuat)
Latihan Kader Muda (Lakmud) PKPT IPNU-IPPNU Institut KH Abdul Chalim (Ikhac) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. (Foto: NU Online/Syaiful Alfuat)
Mojokerto, NU Online
Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut KH Abdul Chalim (Ikhac) Pacet, Mojokerto, Jawa Timur mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud). Ini merupakan kegiatan pertama kalinya sejak dua kali kepengurusan PKPT IPNU-IPPNU di kampus tersebut. 
 
Kegiatan dilaksanakan bertujuan mencetak kader IPNU-IPPNU di kampus dengan meneruskan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di Bala Desa Petak Kembangsuri, Pacet.
 
Kegiatan berlangsung sejak Jumat hingga Ahad (22-24/11). Kegiatan ini diberi nama latihan kader muda mari ngobrol dalam lingkup kaderisasi atau Lakmud Mandiri.  
 
Lakmud merupakan kegiatan kaderisasi tingkat lanjut setelah Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta dan Diklatama (Pendidikan dan Latihan Pertama). 
 
Pada Lakmud Mandiri tersebut terdapat beberapa materi dan narasumber. Di antara materi yang diberikan tentang Aswaja, NU, IPNU-IPPNU, managemen organisasi, kepemimpinan, komunikasi dan kerja sama tim. Juga teknik persidangan, managemen konflik, keindonesian, networking dan lobbying, tradisi amaliah NU, saintific problem solving, dan masalah PKPT.
 
Ahmad Deni Saputra selaku Direktur Lembaga Komisariat Perguruan Tinggi Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jatim menjelaskan mengenai sejarah PKPT, pemetaan kaderisasi, dan perbedaan antara PKPT, PMII dan KMNU.
 
“Pemateri juga memberikan motivasi agar para peserta yang didominasi oleh PKPT IPNU IPPNU Ikhac memberikan kontribusi nyata terhadap Nahdlatul Ulama serta kampusnya,” katanya. 
 
Menurutnya, awalnya PKPT IPNU-IPPNU sejak tahun 1997, namun belum dilegalkan secara struktural. Baru 2015 dan 2018 PKPT IPPNU dan IPNU dilegalkan pada Kongres IPNU IPPNU. 
 
“PKPT IPNU-IPPNU berdiri karena adanya ketidakpuasan tokoh NU dikarenakan PMII tidak memperlihatkan ideologinya. Dan PKPT IPNU-IPPNU bergerak dalam sosial kultural NU, sedangkan PMII bergerak dalam sosial politik,” jelas Ahmad Dani Saputra.
 
Mengenai materi tradisi amaliyah NU, Ustadz Yusuf Suharto selaku anggota tim Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Jatim menjelaskan kepada para peserta mengenai tradisi amaliah NU yang sering dibid’ahkan oleh kelompok radikal, seperti tahlilan dan ziarah kubur. 
 
“Mereka menganggap tradisi ini syirik. Maka kita selaku kader NU harus mempunyai tameng dan pegangan yang kuat agar tidak mudah dibid’ahkan oleh kelompok radikal,” jelasnya.
 
Ketua PKPT IPNU Ikhac, M Farid As-Siddik berharap dengan telah dilaksanakannya Lakmud Mandiri ini adanya perubahan, perubahan sikap, mental dan revolusi. 
 
“Bagaimana kita bisa mengubah kader yang hanya numpang nama saja di organisasi, digunakan untuk ajang pamer semata. Nah, di Lakmud ini kami berharap kader IPNU-IPPNU Ikhac memiliki jiwa yang militan dan bertanggung jawab di organisasi demi kemurnian akidah Ahlussunah wal Jama’ah,” pungkasnya.
 
Kontributor: Syaiful Alfuat
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile