Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Penguatan Masjid Harus Jadi Program Utama Pengurus Ranting NU

Penguatan Masjid Harus Jadi Program Utama Pengurus Ranting NU
Foto: Ketua PC GP Ansor Lampung Timur, KH Muhammad Muslih saat menjadi penceramah di Masjid Ad Dakwah Bandung Baru Pringsewu, Lampung (Foto: NU Online/Faizin)
Foto: Ketua PC GP Ansor Lampung Timur, KH Muhammad Muslih saat menjadi penceramah di Masjid Ad Dakwah Bandung Baru Pringsewu, Lampung (Foto: NU Online/Faizin)
Pringsewu, NU Online
Penguatan masjid menjadi bagian penting dalam penguatan jamaah dan jamiyyah Nahdlatul Ulama. Kondisi masjid NU yang kuat akan berimbas kepada kuatnya ibadah dan soliditas warga NU.
 
Dengan soliditas ini, jamaah akan mampu terhindar dari pengaruh paham-paham keislaman yang sekarang mengincar masjid sebagai sasarannya.

Hal tersebut diingatkan Ketua PC GP Ansor Lampung Timur KH Muhammad Muslih kepada para pengurus NU di Kabupaten Pringsewu, Lampung pada acara Pelantikan Pengurus Ranting NU Desa Bandung Baru dan Kutawaringin Kecamatan Adiluwih di Masjid Ad-Dakwah Bandung Baru, Selasa (26/11) malam.

Oleh karenanya, pengurus NU harus menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan dan memaksimalkan fungsinya untuk ibadah sekaligus menghalau radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

"Masjid adalah rumah besar NU. Di situlah sebenarnya berbagai aktivitas ibadah dan pengabdian kepada NU dilakukan. Kantor Ranting NU sudah semestinya di masjid," katanya.

Jadi menurutnya, program pertama yang harus diprioritaskan pengurus NU di desa adalah memakmurkan dan menjaga masjid. Aset-aset masjid harus jelas legalitasnya seperti kepastian sertifikat, wakaf, dan amaliah ibadah yang ada di dalamnya.

"Rais Syuriyah-nya itu imam masjid-nya, muslimat dan NU-nya jamaahnya. Pemuda Ansor dan Fatayat jadi Risma-nya. Jamiyyatul Qurra wal Huffadz jadi pengajar TPQ-nya, IPNU-IPPNU jadi santrinya, RMI jadi pengelola madinnya,” papar Kiai Muslih.

Selanjutnya program-program yang dilaksanakan harus fokus mengacu pada keselamatan jamaah. Ada lima keselamatan yang ia jelaskan yakni selamat agama, badan, ilmu, rezeki, meninggal. 

Semua ini terangkum dalam doa: "Allahumma inna nas’aluka salamatan fiddin, wa’afiyatan fil jasadi, waziyadatan fil ilmi, wabarokatan fir rizki, watawbatan qablal maut, warahmatan indal maut, wamaghfiratan ba’dal maut".

Artinya : "Ya Allah ya Tuhan kami, kami mohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu dan berkah rizki, dapat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati."

Selain itu, kiai muda NU ini juga mengingatkan agar para pengurus ikhlas berkhidmah di NU. Ciri yang bisa terlihat dari keikhlasan seseorang dalam melakukan segala pekerjaan adalah tidak gampang lelah, tidak gampang marah, dan tidak gampang putus asa. 

Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Musthofa Asrori
 
BNI Mobile