Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Di Komuji, Ratusan Yang Muda Yang Mengaji

Di Komuji, Ratusan Yang Muda Yang Mengaji
Narasumber sedang menyampaikan materi pada pengajian yang digelar Komuji, Komunitas Musisi Mengaji. Foto: (NU Online/Syakir)
Narasumber sedang menyampaikan materi pada pengajian yang digelar Komuji, Komunitas Musisi Mengaji. Foto: (NU Online/Syakir)
Jakarta, NU Online
Ratusan muda mudi berkumpul di Medco Cafe Ampera Jakarta Selatan, Rabu (27/11) malam. Para pemuda dan pemudi tersebut sengaja hadir untuk mengikuti pengajian yang diselenggarakan oleh Komunitas Musisi Mengaji (Komuji)  Chapter Jakarta. 

Pantauan NU Online, jamaah pengajian didominasi oleh kelompok perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jakarta.  Mereka sudah memadati Medco Cafe sejak pukul 19.00 WIB.  

Pengajian ini merupakan kali ke 4 yang diselenggarakan oleh Komuji.  Pengajian tersebut rutin digelar setiap satu bulan sekali.  Pada pengajian tersebut Komuji menyajikan tema-tema keislaman terkini dan berkaitan langsung dengan masalah-masalah masyarakat urban.  

Picnikustik oleh Komuji kali ini mengangkat tema 'Mengenal Rasul Lebih Dekat'. Dengan menghadirkan tiga narasumber antara lain Ustadz Ahmad Sarwat dan budayawan Nahdlatul Ulama Ngatawi Al-Zastraw. 

Sementara untuk pengisi acara Komuji menghadirkan Sajjad Ali, Ki Ageng Ganjur dan Syaikh Ali Mustafa. Hiburan oleh Sa'diyah Ma'ruf dan moderator oleh Komika Mo Sidik.

"Kami sengaja datang ke sini untuk menghadiri pengajian oleh Komuji. Kami senang, Komuji beda konsep penyelenggaraan pengajiannya. Belum lagi narasumbernya bagus-bagus," kata seorang jamaah asal Bekasi, Wildan Husan kepada NU Online.

Sebelumnya, Koordinator Komuji Chapter Jakarta, Kikan Namara, mengatakan kegiatan Picnikustik oleh Komuji telah berlangsung sejak satu tahun yang lalu.

"Acara ini sudah digelar kurang lebih 1 tahun. Awalnya rutin namun ada kendala sempat beberapa bulan tidak digelar, sekarang kami gelar rutin lagi," katanya.

Kikan menjelaskan, terkait tampilan acara, sengaja dibuat konsep perpaduan diskusi dua arah dan penampilan musik. Tujuannya, agar topik yang dibahas bisa sampai kepada publik namun tidak terkesan menjenuhkan. Justru, peserta yang hadir asik menghadiri pengajian karena diiringi dengan tampilan musik.
 

Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Alhafiz Kurniawan
BNI Mobile