Fatayat NU di Sidoarjo Perkuat Aswaja dengan Kitab Lubabul Hadits

Fatayat NU di Sidoarjo Perkuat Aswaja dengan Kitab Lubabul Hadits
Kegiatan ngaji kitab yang diselenggarakan Fatayat NU. (Foto: NU Online)
Kegiatan ngaji kitab yang diselenggarakan Fatayat NU. (Foto: NU Online)
Sidoarjo, NU Online
Ikhtiar menyapa dan memberdayakan masyarakat terus dilakukan Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Fatayat NU. Dengan pengurus dan anggota yakni perempuan muda, banyak hal yang telah dilakukan.
Prinsipnya, adalah memastikan mereka selalu menjalankan perintah agama dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah atau Aswaja an-Nahdliyah.
 
Hal tersebut sebagaimana dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur yang mengadakan kajian kitab Lubabul Hadits. Kegiatan ini rutin digelar dua pekan sekali pada hari Jumat.
 
“Tujuan mengkaji kitab ini,selain bisa belajar mengerti kandungan al-Qur’an dan hadits serta kandungan dari kitab-kitab terdahulu yakni untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Anisatul Mufarohah, Jumat (28/11).
 
Menurut Ketua Bidang Dakwah PC Fatayat NU Sidoarjo tersebut, kitab menjelaskan tentang keutamaan mencari ilmu, majelis taklim dan keutamaan mendengarkan kajian kitab.
 
“Bahwa pada keterangan tersebut dijelaskan mendengarkan kajian kitab adalah lebih baik dari shalat sunah seribu rakaat. Juga lebih utama dari pada takziyah kepada seribu orang sakit, serta lebih utama sedekah seribu fakir miskin,” jelasnya.
 
Oleh karena itu untuk selanjutnya kegiatan rutin tiap Jumat yang dilaksanakan dalam dua pekan setelah waktu dhuhur, lebih tepatnya dimulai pukul 13.00 WIB.
 
Sebelum memulai kajian kitab kuning ini, PAC Fatayat NU Siwalanpanji mengawali pertemuan dengan bacaan manaqib yang dilanjut dengan tahlil.
 
“Dengan kegiatan kajian kitab kuning ini diharapkan barakah pengarang dan karya ulama terdahulu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut disampaikan bahwa Fatayat NU merupakan salah satu organisasi yang akan terus bertakwa, berakhlakul karimah, beramal saleh, serta cakap. Demikian pula bertanggungjawab, berguna bagi agama, nusa, bangsa,dan negara.
 
“Yang tidak kalah penting adalah mewujudkan kesetiaan dan rasa memiliki terhadap asas, akidahdan tujuan NU,” ungkapnya.
 
Sebagai organisasi, Fatayat NU tentunya memiliki konsep kegiatan guna mempertahankan eksistensi yang mengacu pada asas dan perjuangan NU.
Konsep kegiatan Fatayat NU dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu bidang dakwah atau pengembangan Islam dengan mengadakan kajian kitab kuning. 
 
 
Kontributor: Anisatul Mufarrohah
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile