LAZISNU Jatim Target Rp200 Juta untuk Koin Muktamar Tahap I

Seorang Relawan LAZISNU Jawa Timur tengah menunggu kotak Koin Muktamar di area kegiatan PWNU Jawa Timur, Jumat (29/11). (Foto: Ahmad Afif Amrullah)
Seorang Relawan LAZISNU Jawa Timur tengah menunggu kotak Koin Muktamar di area kegiatan PWNU Jawa Timur, Jumat (29/11). (Foto: Ahmad Afif Amrullah)
Seorang Relawan LAZISNU Jawa Timur tengah menunggu kotak Koin Muktamar di area kegiatan PWNU Jawa Timur, Jumat (29/11). (Foto: Ahmad Afif Amrullah)
Jakarta, NU Online
Penggalangan Koin Muktamar tahap I oleh Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Timur ditarget Rp200 juta. Penghimpunan dana tahap I tersebut akan dilangsungkan sampai dengan Desember 2019. Untuk memasifkan gerakan tersebut LAZISNU menggandeng Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan jamaah Musyawarah Kerja Wilayah (Muserwil) PWNU Jatim. 

“Kami Lazisnu) Jatim minimal dapat menghimpun 200 Juta, minimal untuk yang tahap awal, secara nasional itu mungkin lebih besar lagi,” kata Ahmad Afif Amrullah dihubungi NU Online di Jakarta, Jumat (29/11) siang. 

Afif menambahkan, saat ini relawan LAZISNU Jatim sedang memfokuskan penggalangan dana di Muskerwil PWNU Jawa Timur di Probolinggo. Hal itu karena jamaah pada kegiatan tersebut bisa mencapai 10 ribu lebih sehingga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan penghimpunan Koin Muktamar.   

“Bentuknya penggalangan dana, fokus kami sama Muskerwil karena jamaah yang berkumpul sangat banyak. Tadi malam saja shalawatan ada 10.000 orang yang datang. Belum lagi, biasanya kan Muskerwil itu pesertanya 44 Cabang x 10 orang. Ada juga rangkaian kegiatannya seperti Apel Kader NU 10 ribu  jamaah juga, belum lagi muhibbin-muhibbin atau Romlinya,” katanya. 

Selain penghimpunan melalui Kotak ‘Koin Muktamar’ pihaknya menerima sumbangan melalui Ovo, Go-Pay dan Rekening. Lazisnu kata dia tidak mematok angka, berapapun uang yang bisa disumbangkan untuk kesuksesan Muktamar NU yang akan digelar Oktober 2020 tersebut diterimanya.  

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan berbagai cara agar penghimpunan dana untuk Muktamar oleh nahdliyin Jawa Timur bisa terlaksana dengan maksimal. Diantaranya adalah dengan menginturksikan pengurus NU di masing-masing cabang yang tersebar di seluruh daerah di Provinsi Jawa Timur. 

“Kedua kita juga melakuka sosialisasi ke sekolah-sekolah NU. lalu, juga melalui media massa baik cetak maupun online. Itu semata agar Muktamar sesuai dengan harapan yakni Muktamar yang mandiri dan berdaulat,” tuturnya. 

Sedangkan kegiatan penggalangan dana ke sekolah-sekolah NU seluruh Jawa Timur juga segera dilakukan. Pihaknya akan berkeliling ke 9000 Madrasah/Sekolah NU. 

Untuk diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 420/AII/04 D/10/2019, Muktamar ke-34 NU akan dilaksanakan di Provinsi Lampung. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan penyelenggaraan Muktamar akan dilaksanakan pada tanggal 5-10 Rabiul Awwal 1442 Hijriah atau tanggal 22-27 Oktober 2020, yang berbarengan dengan momen Hari Santri.

Persiapan Muktamar sudah dilakukan, termasuk perencanaan pembiayaan yang diharapkan berasal dari gerakan Koin Muktamar. Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, pernah menyampaikan bahwa Muktamar kali ini suksesinya dari NU, oleh NU, dan untuk NU. Maka, melalui gerakan Koin Muktamar, seluruh nahdliyyin di seluruh penjuru dunia diharapkan mampu membangun kemandirian untuk agenda lima tahunan NU.

Gerakan Koin Muktamar sendiri merupakan ikhtiar berkesinambungan guna mencapai kemandirian finansial NU, semenjak peluncuran program nasional Koin NU, yang terbukti telah menghasilkan capaian yang cukup signifikan, baik dari sisi manajerial, penghimpunan, program hingga pelaporan.

Kegiatan Muktamar sendiri membutuhkan pembiayaan Rp1 milliar lebih, LAZISNU terus menggerakan jamaah NU dari Sabang sampai Merauke untuk terus menggalang dana Koin Muktamar. Sampai saat ini dana yang sudah terkumpul sebesar Rp8.075.100. 
    
Pewarta: Abdul Rahman Ahdori
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile