NU Punya Sekolah Bisnis Syariah di Garut dan Magetan

NU Punya Sekolah Bisnis Syariah di Garut dan Magetan
Ketua PBNU Hanief Saha Ghafur usai mengisi kuliah perdana STIEBS-NU Garut (Foto: NU Online)
Ketua PBNU Hanief Saha Ghafur usai mengisi kuliah perdana STIEBS-NU Garut (Foto: NU Online)
Jakarta, NU Online
Nahdlatul Ulama kini memiliki sekolah bisnis dan ekonomi. Kedua sekolah tersebut bernama Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah Nahdlatul Ulama (STIEBS-NU) Garut di Jawa Barat dan STIEBS-NU Magetan Jawa Timur. 
 
"Kedua izin berdirinya STIEBS-NU Garut dan Magetan berdasarkan BHP-NU karena menggunakan aset milik perkumpulan NU," ujar Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hanief Saha Ghafur, Sabtu (30/11) di Jakarta.
 
Terkait dengan perizinan STIEBS-NU Garut dan Magetan, Hanief menceritakan, semula proposal yang diusulkan oleh kedua PTNU tersebut adalah STIS dengan Prodi Ilmu Syariah Muamalah dan Prodi Akhwalus Syakhsiyah. Namun, setelah berdiskusi di PBNU, nama institusi dan Prodinya berubah. 
 
"Saya minta nama dan Prodinya agar bisa mengundang minat dan memberi gengsi, serta modal kebanggaan pada anak muda millenial. Berdasarkan saran itu mereka sepakat mengubah proposal menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis Syariah dengan usulan Prodi Hukum Ekonomi dan Bisnis Syariah, Prodi Manajemen Keuangan Syariah, dan Prodi Perbankan Syariah. Izin tetap diminta kepada Kementerian Agama," papar Hanief.
 
Dengan keluarnya SK izin, lanjut dia, sumbangan jejaring pesantren Nahdliyin penerimaan mahasiswa baru di STIEBS-NU Garut berjumlah 208 orang. Keseluruhan mahasiswa tersebut tanpa memperoleh dukungan beasiswa Bidik Misi sekalipun.
 
"Jumlah mahasiswa baru ini telah melampaui jumlah penerimaan di STAI Muhammadiyah dan STIS Persis. Bahkan Ketua STIEBS-NU Garut, Dr Hilman Basori mentargetkan dua tahun ke depan akan diusulkan menjadi Institut. Amin. Semoga," harapnya.
 
Hanief menuturkan dengan hadirnya STIEBS-NU Garut dan Magetan, dalam periode KH Said Aqil Siroj (Ketum PBNU 2010-2020) telah berdiri 36 PTNU baru. Dari total 258 PTNU milik pesantren, yayasan, dan BHP-NU. Hingga saat telah berdiri tiga ITS-NU di Pasuruan, Pekalongan, dan Bali. 
 
"Namun masih ada lima usulan ITS-NU yang belum keluar izinnya di Kementerian Ristekdikti saat ini, yaitu ITS-NU Kalteng, Sumsel, Bengkulu, Jambi, dan Riau," kata Hanief yang juga memberikan kuliah perdana di STIEBS-NU Garut pada acara syukuran berdirinya STIEBS-NU Garut dan Maulid Nabi Muhammad Saw, Sabtu (23/11) lalu.
 
Kegiatan tersebut diikuti para pimpinan, dosen, mahasiswa baru, dan pengurus PCNU Garut.
 
Editor: Kendi Setiawan
BNI Mobile