Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU Mranti Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

NU Mranti Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah
Pelatihan pemulasaraan jenazah diselenggarakan PRNU Mranti, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: NU Online/Ahmad Naufa)
Pelatihan pemulasaraan jenazah diselenggarakan PRNU Mranti, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: NU Online/Ahmad Naufa)
Purworejo, NU Online
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Mranti, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kelurahan Mranti mengadakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di aula kelurahan setempat, Ahad (1/12).
 
Pelatihan ini diisi oleh salah seorang Pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU dari Winong, Kemiri, Purworejo, Jawa Tengah, KH Nur Fuad.
 
Adapun materi pokok yang disampaikannya yaitu tata cara mendampingi saat sakaratul maut, menyucikan jenazah, mengafani, hingga tata cara mengubur. Materi teori disampaikan dengan narasi lisan dibantu dengan visualisasi powerpoint. Agar materi lebih jelas, ada beberapa adegan yang disimulasi dengan menggunakan boneka manequin.
 
Lurah Kelurahan Mranti, Jaimin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini. "Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat," ungkapnya.
 
Sementara itu, Ketua NU Ranting Mranti, Suharto Totok kepada NU Online menyatakan, pelatihan ini diikuti oleh perwakilan setiap RT dengan total peserta 85 orang. Ia menyatakan kegiatan semacam ini sangat penting diketahui sejumlah kalangan. Pasalnya, agama menegaskan hukum fardu kifayah dalam pemulasaraan jenazah. Untuk itu harus ada warga yang memahami betul tentang tata cara pemulasaraan jenazah sesuai tuntutan agama.
 
"Dari kajian hukum syariat, pemulasaraan jenazah merupakan fardu kifayah sehingga penting bagi masyarakat, mengingat bahwa ajal bisa terjadi kapan saja," jelasnya.
 
Apa yang menjadi kewajiban pemulasaraan jenazah, lanjut Suharto, diharapkan bisa segera terpenuhi oleh masyarakat di lingkungan RT setempat.
 
Panitia kegiatan, Kiai Muhammad Niam menjelaskan lebih spesifik tujugan diselenggarakannya acara ini.
 
"Tanpa bermaksud mengurangi fungsi bapak kaum, teknik pemulasaraan jenazah yang sesuai dengan syariat memang afdalnya diketahui oleh masyarakat," jelasnya.
 
Berdasarkan pantauan di lokasi kegiatan, beberapa peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini. Terbukti dengan khusyuknya mereka menyimak materi demi materi yang disampaikan oleh KH Nur Fuad.
 
Ada banyak pertanyaan yang disampaikan oleh peserta terkait dengan tata cara dan tuntutan Pemulasaraan Jenazah. Bahkan, salah satu peserta mengharapkan agar pelatihan lanjutan bisa diadakan lagi mengingat kurangnya waktu, banyaknya materi, serta menilik dari tingkat kepentingan yang dipandang urgen.
 
 
Kontributor: Ahmad Naufa
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile