Akibat Kurangnya Pendidikan dan Perhatian Keluarga terhadap Anak

Ilustrasi (afamilyforeverychild.org)
Ilustrasi (afamilyforeverychild.org), Akibat Kurangnya Pendidikan dan Perhatian Keluarga terhadap Anak
Ilustrasi (afamilyforeverychild.org), Akibat Kurangnya Pendidikan dan Perhatian Keluarga terhadap Anak
Pringsewu, NU Online
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Lampung H Marwansyah mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan perkembangan putra-putrinya khususnya dalam hal pendidikan. Ia mengatakan bahwa anak-anak remaja saat ini sudah mulai kehilangan karakter, kemandirian, dan akhlakul karimahnya.
 
Ia menilai di antara faktor penyebanya adalah kuantitas dan kualitas pendidikan di keluarga sudah mulai berkurang. Saat ini banyak keluarga, baik suami ataupun istri, yang disibukkan dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu lagi dalam memberikan pendidikan di rumah.
 
"Bapak ibunya bekerja pulang sudah sore. Badan lelah ditambah lagi waktu yang harusnya dimanfaatkan berkumpul dengan keluarga dihabiskan untuk memegang android. Masing-masing asyik dengan handphone-nya," ungkap pria yang pernah menjadi pendidik dan Kepala Madrasah di MTs N 2 Pringsewu, Kamis (5/12).
 
Ditambah lagi kondisi saat ini paradigma masyarakat sudah mulai tidak peduli dan apatis terhadap lingkungannya. Berbeda dengan zaman dulu yang memiliki kepedulian dengan orang sekitar dan terkenal dengan keakrabannya.
 
"Dulu jarak satu kilo dari rumah masih kenal. Kalau ada orang lewat di jalan bisa tahu itu penduduk sekitar atau warga luar daerah," ungkapnya 
 
Ia juga menyontohkan akhlak para remaja saat ini yang tidak sesuai dengan norma agama akibat ketidakpedulian masyarakat terhadap pendidikan mereka. "Banyak anak yang berkendara tidak tertib dan degradasi moral melanda. Sekarang kita lagi panen hal ini karena ketidakpedulian kita terhadap pendidikan," ungkapnya.
 
Belum lagi perkembangan informasi dan teknologi saat ini juga ikut menyumbang degradasi moral yang melanda. Saat ini di televisi bisa ditemukan orang yang bangga dengan kemaksiatan dan dosa-dosanya. Bukannya malu, namun mereka mengumbarnya untuk kepentingan ketenaran dan materi.
 
Perkembangan telepon pintar saat ini juga sangat mengkhawatirkan dan mampu mempengaruhi pendidikan generasi muda. Di samping memang bisa mendatangkan manfaat, telepon pintar juga bisa membawa kemudlaratan bagi para generasi penerus bangsa.
 
"Android kalau dipegang anak saleh bisa baik. Tapi kalau dipegang oleh anak yang tidak baik akan jadi salah," tegasnya.
 
Oleh karena itu ia mengajak para orang tua dan para pendidik untuk menyadari dan memperhatikan hal ini. Penting saat ini memberi pendidikan kepada para remaja berbasis akhlak sehingga mereka memiliki modal untuk menghadapi perubahan zaman yang semakin tanpa batas ini.
 
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile