Gus Muwafiq Terus Mendapat Fitnahan Menghina Nabi

Gus Muwafiq Terus Mendapat Fitnahan Menghina Nabi
Polisi Kota Depok menyisir spanduk yang berisi tuduhan terhadap Gus Muwafiq, Jumat (6/12). (Foto: istimewa)
Polisi Kota Depok menyisir spanduk yang berisi tuduhan terhadap Gus Muwafiq, Jumat (6/12). (Foto: istimewa)
Jakarta, NU Online
Ceramah KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq mengenai penggambaran masa kecil Nabi Muhammad terus ‘digoreng’ oleh kelompok-kelompok tertentu sebagai sebuah penghinaan terhadap Rasulullah. Bahkan, ulama muda NU asal Yogyakarta itu dituduh sebagai seorang penghina Nabi.

Tuduhan tersebut tersebar di beberapa titik Kota Depok, Jawa Barat dengan membentangkan spanduk yang berisi narasi Gus Muwafiq, si penghina Nabi Muhammad.

Agar masalah tidak melebar ke mana-mana, Gus Muwafiq sebelumnya sudah menyampaikan klarifikasi bahwa ceramahnya sama sekali tidak bermaksud seperti apa yang dituduhkan itu. Bahkan ia berani bersumpah dengan menyebut nama Allah SWT dan sudah meminta maaf jika ada yang tidak berkenan dengan isi ceramahnya.

Namun, klarifikasi dan permohonan maaf tersebut tidak menyurutkan kelompok Front Pembela Islam (FPI) untuk melaporkan Gus Muwafiq ke Bareskrim Mabes Polri. Gus Muwafiq dilaporkan oleh salah seorang anggota FPI bernama Amir Hasanudin. Amir ditemani Aziz Yanuar selaku kuasa hukum.

Seakan tidak cukup untuk melaporkan Gus Muwafiq ke Polisi, tuduhan beraroma fitnah disebar melalui spanduk-spanduk yang dibentangkan di beberapa sudut Kota Depok tersebut.
 
Dalam klarifikasinya, Gus Muwafiq mengaku sangat senang karena telah diingatkan oleh umat Islam. Ia menyatakan sangat mencintai Rasulullah.

"Dengan senang hati saya banyak diingatkan oleh kaum Muslim dan warga bangsa Indonesia yang begitu cinta Rasulullah. Saya sangat mencintai Rasulullah. Siapa kaum Muslimin yang tidak ingin Rasulullah?" kata Gus Muwafiq, Senin (2/12) lalu.

Ia menyatakan bahwa pernyataannya itu tidak bermaksud menghina Nabi. Ia sejak kecil dididik untuk menghormatinya. Namun demikian, ia meminta maaf kepada umat Islam jika pernyataannya dianggap menyinggung.

"Untuk seluruh kaum Muslim seluruh Indonesia, apabila kalimat ini saya lancang, saya mohon maaf sebesar-besarnya. (Saya) Tidak ada maksud menghina, mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar saya lebih beradab terhadap Rasulullah dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tapi beberapa orang menganggap ini kalimat cukup berat. Kepada seluruh kaum Muslimin, saya mohon maaf," tandas Gus Muwafiq.

Lebih dari itu, Gus Muwafiq dalam ceramahnya tersebut ingin menekankan bahwa Nabi Muhammad juga mempunyai sisi-sisi manusia biasa di tengah akhlak baik dan kemuliaannya yang melimpah.

Pewarta: Patoni
Editor: Muchlishon
BNI Mobile