Ketua Pagar Nusa Jember: NU Selalu Mempelopori Keteduhan

Ketua Pagar Nusa Jember: NU Selalu Mempelopori Keteduhan
Ketua PC Pagar Nusa Jember, H Fathorrozi bersama para pesilat Pagar Nusa di alun-alun Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Ketua PC Pagar Nusa Jember, H Fathorrozi bersama para pesilat Pagar Nusa di alun-alun Jember. (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Jember, NU Online

Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Jember, Jawa Timur akan terus menjalin komunikasi dengan segenap elemen masyarakat termasuk Front Pembela Islam atau FPI untuk menjaga stabilitas keamanan di Jember. Sebab keharmonisan antar ormas sangat penting untuk menciptakan keteduhan dalam pergaulan anak bangsa. Sebaliknya, ketidakharmonisan dan kesalahpahaman akan mudah menjadi sumbu pendek yang dapat membakar segalanya.

 

“Kami berkomitmen untuk menjalin hubungan dengan siapa saja untuk membangun persaudaraan yang lebih bemakna, termasuk FPI. Apalagi petinggi FPI telah berkunjung ke PBNU di Jakarta untuk membangun persaudaraan,” ucap Ketua PC Pagar Nusa Jember, H Fathorrozi usai mengikuti upacara peringatan Hari Sukarelawan PMI ke-14 dan HUT ke-74 PMI se-Jawa Timur di alun-alun Jember, Sabtu (7/12).

 

Terkait dengan insiden penyerangan terhadap kantor NU di Solo, menurut H Rozi, hal itu tidak perlu dibesar-besarkan agar tidak merembet ke daerah lain. Katanya, kasus tersebut biarlah diselesaikan oleh mereka yang ada di Solo, warga Jember tak perlu ikut-ikutan terpengaruh karena hanya akan memperkeruh suasana.

 

“Intinya yang penting Jember aman, dan ini tugas kita semua untuk menjaga agar Jember tetap kondusif,” lanjutnya.

 

Menurut alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo itu, NU sesungguhnya telah mempelopori terciptanya keteduhan dalam kehidupan masyarakat. Ini tak lepas dari sikap NU yang selalu mengambil posisi tengah (moderat) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan selalu menjunjung tinggi toleransi.

 

Walaupun demikian, NU tidak boleh disembarangkan, apalagi marwahnya diusik. Jika itu yang terjadi, maka sesungguhnya NU punya argumentasi yang shaheh untuk membela harga diri dan kehormatannya.

 

“Prinsipnya NU tidak mencari musuh, tapi jika ketemu musuh tak boleh lari,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, puluhan pesilat Pagar Nusa Jember ambil bagian dalam rangkaian atraksi bersama penampilan manusia tinggi (engrang).

 

Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

 

BNI Mobile