Hendak Dirikan BMTNU, NU Masalembu Sumenep Belajar ke Jombang

Hendak Dirikan BMTNU, NU Masalembu Sumenep Belajar ke Jombang
Suasana Diskusi Pengurus NU Masalembu, Sumenep dengan PCNU Jombang, Jawa Timur terkait pendirian BMTNU. (Foto: Istimewa)
Suasana Diskusi Pengurus NU Masalembu, Sumenep dengan PCNU Jombang, Jawa Timur terkait pendirian BMTNU. (Foto: Istimewa)
Jombang, NU Online
Upaya warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengembangkan sektor perekonomian tampak kian serius. Kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi di tubuh NU dengan memaksimalkan kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki semakin terlihat.
 
Demikian itu menggambarkan tekad Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dalam kunjungannya ke Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Sejumlah perwakilan dari NU Masalembu mendatangi PCNU di Kota Santri ini dalam rangka berbagi pengalaman sekaligus belajar tentang pendirian dan pengelolaan Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) yang efektif.
 
Sementara alasan dipilihnya PCNU Jombang sebagai tempat belajar tentang pendirian BMTNU karena para pengurus NU Masalembu melihat prestasi yang diperoleh BMTNU Jombang pada ajang NU Jatim Award 2019. Kala itu BMTNU Jombang dinobatkan sebagai BMTNU terbaik se-Jawa Timur. 
 
"Ada informasi bahwa BMTNU Jombang pernah mendapatkan NU Award pada 2019," kata Sekretaris PCNU Jombang Mukhlis Irawan kepada NU Online Sabtu (7/12).
 
Beberapa poin yang dijadikan bahan diskusi di antaranya terkait kelembagaan itu sendiri, hubungan BMTNU dengan PCNU, sistem aplikasi keuangan yang digunakan, dan keterampilan teller juga marketing. 
 
Dari sejumlah poin ini, menurutnya BMTNU Jombang memang punya keunikan tersendiri. Misalnya dalam hal pendirian BMTNU dan pola hubungannya dengan PCNU. BMTNU di Kota Santri ini berdiri bukan atas nama pribadi atau pengurus, namun memang menjadi amanah konferensi cabang (Konfercab) PCNU beberapa tahun silam. 
 
Bisa disebut kesadaran akan pentingnya BMTNU itu memang kesadaran organisasi, bukan personal. Kendati demikian, bukan berarti keberadaan BMTNU adalah milik PCNU, posisi PCNU tak ubahnya sebagai pengawas melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU). Artinya perjalanan BMTNU tidak bisa lepas dari PCNU.
 
"Dan pada perkembangannya, BMTNU nanti didirikan di semua kecamatan yang harus berkantor di masing-masing MWCNU," tuturnya.
 
Sementara semua pegawai atau pengelola setiap BMTNU di kecamatan-kecamatan (cabang) adalah warga NU sendiri yang mendapat rekomendasi dari MWCNU setempat. "Artinya sistem pengelolaan BMTNU ini tidak bisa berjalan dengan sendirinya, namun harus ada keterkaitan dengan MWCNU," jelas Sekretaris BMTNU Jombang ini.
 
Dihubungi terpisah, Ketua LPNU Jombang, H Suudi Anis memastikan bahwa dirinya dengan komponen yang dimiliki BMTNU siap menyukseskan pendirian BMTNU Masalembu. "Kami merasa senang dari Masalembu bisa belajar bareng di BMTNU Jombang. Kami pastikan BMTNU Jombang siap untuk mendampingi berdirinya BMTNU Masalembu," ucapnya.
 
Kesiapan itu ia tegaskan misalnya mulai tahap mencari nasabah, menjalankan sistem yang dianggap efektif untuk diterapkan sampai pada pencapaian target BMTNU Masalembu.
 
Turut mendampingi pada diskusi ini Ketua PCNU Jombang KH Salmanudin Yazid, Sekretaris PCNU Mukhlis Irawan, Wakil Ketua PCNU Sugiarto, Ketua LPNU H Suudi Anis, Ketua BMTNU Jombang Khairul Anam, dan beberapa perwakilan dari NU Masalembu.
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile