PMII Subang Manfaatkan CFD dengan Buka Lapak Baca

Buka lapak baca dilakukan aktivis PMII Subang, Jawa Barat setiap minggu. (Foto: NU Online/Ade Mahmudin)
Buka lapak baca dilakukan aktivis PMII Subang, Jawa Barat setiap minggu. (Foto: NU Online/Ade Mahmudin), PMII Subang Manfaatkan CFD dengan Buka Lapak Baca
Buka lapak baca dilakukan aktivis PMII Subang, Jawa Barat setiap minggu. (Foto: NU Online/Ade Mahmudin), PMII Subang Manfaatkan CFD dengan Buka Lapak Baca
Subang, NU Online
Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Subang, Jawa Barat membuka lapak baca di Car Free Day (CFD) Jalan Bintang Fantasi Pamanukan Subang, Ahad (8/12).
 
Di samping sudah menjadi agenda mingguan, lapak baca ini digelar bertujuan mengajak kepada masyarakat untuk gemar membaca. 
 
"Karena melihat kondisi hari ini, masyarakat khususnya kaum milenial sudah melupakan buku. Hari ini mereka lebih mengenal gadget daripada buku," ujar Ketua PMII Komisariat STAI Miftahul Huda Subang, Ibnu Fajar Ruli.
 
Dikatakan Ibnu, lapak baca ini disiapkan secara gratis dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna CFD dengan sepuasnya. "Asal jangan dibawa pulang saja ya," ujarnya bergurau.
 
Kegiatan ini diakuinya tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga. Dirinya dan teman-temannya hanya menggunakan alas seadanya untuk bisa menata banyak buku. Sementara jenis-jenis buku yang disiapkan bervariatif. Di antaranya tentang kewirausahaan, ekonomi, filsafat, mata pelajaran sekolah, novel, tentang budidaya hewan, tumbuhan, dan beberapa buku lainnya.
 
"Ada sejumlah pengunjung CFD yang memanfaatkan untuk membaca beberapa jenis buku di sini. Kadang banyak juga anak-anak yang turut menikmati bacaan buku yang kami sajikan. Mereka kebanyakan membaca buku-buku ringan saja," ujarnya.
 
Lebih lanjut ia menegaskan jika gelaran lapak baca ini bertujuan untuk turut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. 
 
Kendati demikian, dirinya mengaku perlu ada 'suntikan' banyak buku lagi agar lebih bisa memenuhi kebutuhan baca para pengunjung. "Buku-buku yang ada ini masih bersifat swadaya. Kebetulan di sekretariat banyak buku, baik milik perorangan maupun milik organisasi. Kami sudah mencoba mendatangi dinas terkait, tapi belum bisa memberikan pasokan buku," ujarnya. 
 
Dirinya berharap, ke depan ada pihak yang bisa diajak kerja sama dalam hal memasok buku-buku yang kemudian bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 
 
"Tapi nanti kami akan coba lagi mudah-mudahan akan ada jalan keluarnya. Sehingga kami tidak kekurangan buku," pungkasnya. 
 
Kontributor: Ade Mahmudin
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile