Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Meriahnya Pelantikan Bersama Banom NU di Tulungagung

Meriahnya Pelantikan Bersama Banom NU di Tulungagung
Pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Bandung, Tulungagung. (Foto: NU Online/Hida)
Pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Bandung, Tulungagung. (Foto: NU Online/Hida)
Tulungagung, NU Online
Ratusan Nadhiyin atau warga Nahdlatul Ulama memadati Stadion Kecamatan Bandung, Tulungagung, Jawa Timur. Mereka ikut menyaksikan kegiatan bersejarah dalam memperjuangkan jamiyah di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bandung, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pelantikan bersama Pengurus Ranting NU, GP Ansor, dan Fatayat NU PAC Bandung. 
 
Acara ini berlangsung sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan dan kesakralan pelantikan yang dihadiri oleh para alim ulama, di antaranya Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung KH Abdul Hakim Musthofa, Ketua MWCNU Bandung H Kumaidi. 
 
Tampak pula anggota DPRD Tulungagung KH Asmungi Zaini, Pengurus Muhammadiyah KH Abu Syaibah, Camat Kecamatan Bandung Hartono, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tulungagung Khoirul Rifai, Ketua PC Fatayat NU Tulungagung. Turut hadir kepala desa se-Kecamatan Bandung, Kapolsek Bandung Alpogohan, perwakilan dari Koramil Bandung, dan segenap pengurus Badan Otonom MWCNU Bandung. 
 
Kegiatan yang berlangsung Ahad (8/12) tersebut menjadi catatan sejarah pertama kali terselenggarakannya pelantikan bersama pengurus Banom MWCNU Bandung, mulai Pengurus Ranting NU, GP Ansor dan Fatayat NU PAC Bandung Tulungagung. 
 
“Alhamdulillah pada hari ini dari catatan sekretaris panitia dihadiri oleh 338 peserta. Pelantikan hari ini semoga mampu meningkatkan semangat dan ghirah berorganisasi di NU. Semakin menumbuhkan rasa bangga, tumbuh, dan semakin kuat kita untuk memperjuangkan NU,” kata Fatkhurohim.
 
Menurut ketua panitia ini, hadirnya KH Abu Syaibah dari tokoh Muhammadiyah memberikan pesan untuk terus menjalin kerukunan, kedamaian di antara pemuda Bandung.
 
“Juga kita ciptakan Kecamatan Bandung yang tentram dan nyaman baik sesama oraganisasi dalam keagamaan,” harapnya. 
 
Dirinya juga mengungkapkan terselenggaranya pelantikan ini berkat sinergitas yang baik antara pengurus NU Bandung dengan para pemerintah Kabupaten Tulungagung baik dari kepala desa, camat, DPRD dan pemerintahan Tulungagung sendiri. 
 
Acara bertambah khidmat dengan dilanjutkan pelantikan pengurus GP Ansor PAC Bandung yang dilantik oleh Khoirul Rifa’i selaku Ketua PC GP Ansor Tulungagung. 
 
“Pelantikan bukan tujuan dan akhir dari perjuangan kita. Pelantikan adalah titik awal untuk berhikmat kepada kiai, agama, bangsa, dan masyarakat. Tugas kita menjadi gardan dan menjaga NKRI, Pancasila, dan mendakwahkan Aswaja yang tidak boleh lepas untuk kita emban,” ungkap Rifa’i usai melantik. 
 
Kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus Ranting NU dari 19 Ranting NU di Kecamatan Bandung oleh Ketua PCNU Tulungagung, KH Abdul Hakim Musthofa. Terakhir adalah pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Bandung yang dilantik oleh Khusnul Khotimah selaku Ketua PC Fatayat NU PC Tulungagung.
 
Biasanya usai pelantikan para ulama, kiai, para pejabat naik ke atas panggung untuk memberikan restu, tetapi pelantikan hari ini mengajarkan nilai adab yang tinggi. Para pengurus Ansor dan Fatayat NU yang dilantik mengajarkan sebaliknya, yaitu dengan datang sungkem kepada para ulama dan kiai. 
 
Suasana yang panas tidak menyurutkan nadhiyin menyaksikan acara yang sakral ini. Tidak satu pun yang ada meninggalkan acara sampai usai. 
 
“Selamat dateng pengurus Ranting, GP Ansor, Fatayat ingkang sami-sami terlantik. Jelasipun jenengan diajak jihad ala NU, monggo sareng-sareng sisa hidup niki diabdikan dateng NU. (Jelasnya saudara diajak jihad ala NU, mari bersama-sama sisa hidup ini diabdikan demi NU),” ujar Ketua MWCNU Bandung H Kumaidi. 
 
Dirinya berpesan untuk bersama memperjuangkan NU, mengabdikan hidupnya mulai jiwa, harta, dan pikiran sebagai sarana jihad untuk mengabdi dan memperjuangkan NU dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. 
 
Selanjutnya Hartono Camat Bandung mewakili dari Maryoto, Bupati Tulungagung yang tidak dapat hadir juga mengucapkan selamat kepada pengurus yang terlantik. 
 
“Semoga pelantikan hari ini dalam rangka mendukung program Kabupaten Tulungagung lebih baik. Dimensi saat ini sebagai bentuk meneladani Rasulullah dalam menyampaikan risalah rahmatan lil’alamin dalam menjaga tatanan negara untuk menjaga harmoni sosial,” katanya. Pengurus yang terlantik mulai kerja nyata dalam persoalan global ke depan, memberikan karya terbaik kepada masyarakat dalam penguatan akidah ahlus sunnah wal jamaah, lanjutnya. 
 
Ketua PCNU Tulungagung KH Abdul Hakim Musthofa mengingatkan untuk lebih cermat terhadap isu yanga dapat memperecah NU. 
 
“Pelantikan hari ini sekaligus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, teladani beliau dan jangan sampai kurang cermat terhap isu yang menyerang ulama NU. Tidak mungkin seorang kiai seperti Gus Muwafiq menghina Rasulullah, sosok yang dicintainya,” ujarnya. 
 
KH Abdul Hakim Musthofa menuturkan bahwa NU itu tidak akan ke mana-mana tetapi orangnya ada di mana-mana serta mengucapkan selamat kepada para yang terlantik, khususnya pada rais dan ketua di 19 Ranting NU Kecamatan Bandung. 
 
“Justru perjuangan di ranting posisi  yang paling utama. Tidak ada gunanya Ketua PCNU atau bahkan PWNU tanpa ada pengurus ranting. Ujung tombak NU ada di ranting dalam rangka menyelamatkan  dan memperjuangkan ideologi murni NU dan NKRI yang langsung berinteraksi dengan masyarakat,” ungkapnya.. 
 
Kecamatan Bandung terkenal dengan pemudanya yang sering membuat ulah, utamanya persaingan antara dua perguruan silat. Karenanya, image atau anggapan tersebut harus segera disudahi.
 
“Mohon saling menjaga Bandung dan bersinergi bagus antarpemudanya agar tidak ada orang yang berani mengobrak-obrik Bandung yang justru hal itu dapat dimanfaatkan oleh orang yang berideologi lain,” tutupnya. 
 
 
Kontributor: Hida
Editor: Ibnu Nawawi

 
BNI Mobile