Ruqyah Aswaja NU di Jombang kian Diminati Masyarakat

Ruqyah Aswaja NU di Jombang kian Diminati Masyarakat
Ruqyah massal di mushala MWCNU Peterongan, Jombang, (Foto: NU Online/A Syamsul A)
Ruqyah massal di mushala MWCNU Peterongan, Jombang, (Foto: NU Online/A Syamsul A)
Jombang, NU Online
Keberadaan Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur semakin menjadi perhatian masyarakat. Demikian itu dibuktikan dengan semakin banyaknya warga Kota Santri ini yang mengikuti kegiatan ruqyah. Seperti halnya ruqyah massal di mushala Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Peterongan, Jombang, Selasa malam (10/12). 
 
Kegiatan yang dipelopori Pengurus Cabang (PC) JRA Jombang bersama Pengurus Anak Cabang (PAC) JRA Peterongan ini merupakan acara yang kesekian kalinya digelar.
 
Menurut Ketua JRA Jombang, Ahmad Marzuqi Abda'u, keikut sertaan masyarakat Jombang terhadap JRA yang semakin banyak itu merupakan hasil jerih payah para pengurs dalam meyakinkan akan pentingnya ruqyah Aswaja ala NU. Diakuinya para pengurus butuh perjuangan panjang, sehingga JRA berdiri dan berkembang seperti saat ini.
 
"Butuh perjuangan, dan alhamdulillah tahun 2017 itu kami sowan ke kiai-kiai NU, termasuk Kiai Nashir sebagai Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Jombang. Tahun 2017 itu juga kita mengadakan pelatihan praktisi pertama di kantor PCNU Jombang yang lama," katanya kepada NU Online.
 
Istilah ruqyah di Jombang sebelum JRA NU eksis seperti sekarang ini memiliki kesan kurang baik di telinga masyarakat, bahkan di sebagian internal warga NU. Pasalnya ruqyah itu sendiri sudah lebih dulu dilakukan oleh sejumlah warga non-NU, sementara metode dan ajaran-ajaran yang diterapkan mayoritas tidak sesuai dengan ajaran yang mengakar di tubuh NU. Sehingga kala itu banyak klaim bahwa ruqyah adalah milik kalangan lain atau minhum.
 
"Awal mula tidak ada yang mendukung sama sekali, karena yang namanya ruqyah masih identik dengan ruqyahnya minhum. Maka, awal-awal pantas saja banyak yang menentang, sehingga mencurigai kita bahwa seakan-akan tidak NU," imbuh dia.
 
Kendati begitu tidak menyurutkan semangat pengurus JRA untuk terus mensosialisasiakan keberadaan JRA kepada masyarakat. Hingga akhirnya secara bertahap JRA kian dikenal dan diminati masyarakat. Bahkan warga NU sendiri yang sebelumnya sudah aktif di kepengurusan lembaga PCNU, juga masuk di struktural organisasi sayap Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) ini.
 
"Perkembangan semakin pesat, banyak kader NU yang ada di struktural yang saat ini juga ikut, baik dari MWCNU maupun PCNU," ucapnya.
 
Dalam perkembangannya, JRA saat ini istikamah menggelar ruqyah, baik secara massal maupun setiap personal yang meminta langsung untuk diruqyah. Hal ini menurutnya adalah bagian dari proses untuk meyakinkan masyarakat akan manfaat ruqyah Aswaja ala NU. 
 
"Butuh proses untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa JRA adalah satu satunya jamiyah yang mengatasnamakan dirinya berafiliasi dengan NU, ruqyah yang lain tidak ada. Ini menunjukkan kita cinta kepada NU, agar warga NU tidak terseret dengan ruqyahnya minhum," jelasnya.
 
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Ibnu Nawawi
BNI Mobile