Data Pendidikan Islam Harus Mudah, Murah dan Manfaat

Data Pendidikan Islam Harus Mudah, Murah dan Manfaat
FGD pengembangan sarana prasarana kemahasiswaan di Jakarta. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
FGD pengembangan sarana prasarana kemahasiswaan di Jakarta. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Jakarta, NU Online
Semua bentuk aplikasi termasuk layanan bantuan sarana dan prasarana pendidikan, harus berorientasi pada peningkatan mutu layanan dengan integrasi data. 
 
Demikian ditegaskan Imam Safe’i selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada Focus Grup Discustion (FGD) di Jakarta, Rabu (11/12).
 
Imam meminta jajarannya untuk mengelola dan menyajikan data yang dapat digunakan oleh para user pendidikan Islam dengan mudah, murah dan manfaat atau 3M. 
 
“Kita harus menyederhanakan sistem aplikasi dalam layanan pendidikan sehingga mudah dan tidak menyulitkan masyarakat,” kata doktor riset Universitas Negeri Jakarta ini.
 
Pengsuh Pesantren Pandawa, Parung tersebut mengharapkan agar layanan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah harus terdata dengan baik perkembangan prestasinya hingga pelaporannya. 
 
Terkait dengan KIP Kuliah bentuk lain dari Bidikmisi, Imam berharap agar penerimanya ke depan diarahkan mempunyai kapasitas vokasional, agar mampu memutus rantai kemiskinan.
 
“KIP Kuliah tidak saja diberikan kepada mahasiswa miskin dan berprestasi, tetapi kepada mereka untuk dikembangkan vokasionalnya,” tegas Imam.
 
Ruchman Basori, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan mengatakan FGD sarana prasarana dan kemahasiswaan dimaksudkan untuk merancang sistem layanan bantuan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan bantuan kemahasiswaan. 
 
“Kita ingin mengintegrasikan aplikasi sarpras dengan teman-teman dari EMIS atau Education Management Information System untuk mendukung integrasi data yang sedang digalakkan oleh Kementerian Agama,” katanya.
 
Ruchman menerangkan saat ini pihaknya sedang melakukan peningkatan tata kelola bantuan sarpras dan kemahasiswaan dengan sistem aplikasi berbasis teknologi informasi. Aplikasi yang dikembangkan adalah layanan bantuan Sarpras, KIP Kuliah, bantuan tahfidz Al-Qur’an, bantuan peningkatan prestasi akademik, dan bantuan lembaga kemahasiswaan.
 
Alumni UIN Walisongo ini bertekad akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan bantuan dan beasiswa agar terjamin akuntabilitas publik. 
 
"Mahasiswa dan pengelola PTKI akan dengan mudah mengakases beragam bantuan sarpras dan kemahasiswaan dan bagaimana mekanisme mendapat manfaatnya," terangnya. 
 
Kegiatan FGD Pengembangan Sarana Prasarana Kemahasiswaan diiikuti 30 orang yang terdiri dari Pelaksana EMIS Ditjen Pendis, Pengembang Aplikasi SIM Sarpras dan dari unsur Humas Data dan Informasi Ditjen Pendidikan Islam serta kalangan Direktorat PTKI Ditjen Pendidikan Islam. 
 
Turut hadir Amirudin Kuba selaku Kasi Kemahasiswaan dan Otisia Arinindyah Kasi Sarpras PTKIS. 
 
 
Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile