Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gempa Bumi, RSI Siti Hajar Sidoarjo Selamatkan Pasien dan Keluarga

Gempa Bumi, RSI Siti Hajar Sidoarjo Selamatkan Pasien dan Keluarga
Sejumlah pasien dan keluarga dievakuasi saat simulasi gempa bumi di RSI Siti Hajar, Sidoarjo. (Foto: NU Online/M Kholidun)
Sejumlah pasien dan keluarga dievakuasi saat simulasi gempa bumi di RSI Siti Hajar, Sidoarjo. (Foto: NU Online/M Kholidun)
Sidoarjo, NU Online
Suasana ruang rawat inap Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, Jawa Timur, yang sebelumnya tenang dan berjalan seperti biasa, mendadak menjadi riuh. Hal tersebut lantaran bencana gempa bumi menerjang rumah sakit kebangaan warga Nahdlatul Ulama ini.
 
Petugas rumah sakit yang mendengar adanya teriakan gempa, langsung memberikan komando tetap tenang dan mengarahkan para pasien untuk mengikuti jalur evakuasi.
 
Seluruh pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang rawat inap, sontak berhamburan. Mereka berlarian menyelamatkan diri keluar ruangan dengan dipandu sejumlah dokter dan petugas rumah sakit. Bahkan ada pula pasien yang harus dibawa menggunakan kain dan diangkat oleh empat orang menuju titik kumpul.
 
Ambulance yang datang ke titik kumpul tepatnya di halaman parkir barat juga membawa sejumlah pasien dengan berbagai luka di tubuhnya. Mereka kemudian dirawat dengan menggunakan alas terpal, dengan dilengkapi satu unit alas tidur, untuk masing-masing pasien. Tak hanya itu, pasien yang mengalami luka cukup parah juga langsung mendapatkan perawatan secara intensif dan diberikan cairan infus di tangannya.
 
Akibat bencana alam yang melanda rumah sakit ini, tercatat ada 55 pasien yang terdampak, di antaranya 7 gawat darurat (laki-laki 5 dan perempuan 2), 35 tidak gawat tidak darurat (laki laki 15 perempuan 20) serta 13 gawat namun tidak darurat (laki laki 7, perempuan 6).
 
Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dokter H Sulistio mengatakan, gempa bumi yang terjadi ini bukanlah sebenarnya. Melainkan hanyalah simulasi belaka. Menurutnya, semua instansi maupun rumah sakit membutuhkan simulasi seperti ini.
 
“Mengantisipasi jika terjadi gempa bumi sewaktu-waktu, rumah sakit harus siaga setiap saat. Mengingat situasi geografis di Indonesia memungkinkan untuk terjadi gempa setiap saat,” kata dokter Sulis sapaan akrabnya, Selasa (10/12).
 
Sebelumnya pihak rumah sakit telah mensosialisasikan hal ini kepada seluruh pasien. Sehingga saat pelaksaan simulasi berlangsung, pasien maupun keluarga pasien tidak panik. 
 
“Semua yang terlibat di sini sudah dikondisikan sedemikian rupa dan memerankan tugasnya masing-masing dengan siap,” pungkasnya.
 
 
Kontributor: Moh Kholidun
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile