MUKTAMAR KE-34 NU

Ketum PBNU Ajak Masyarakat Sukseskan Koin Muktamar NU

Ketum PBNU Ajak Masyarakat Sukseskan Koin Muktamar NU
Ilustrasi Koin Muktamar NU.
Ilustrasi Koin Muktamar NU.
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak masyarakat untuk ikut serta  meramaikan Muktamar ke-34 NU dimulai dengan menyukseskan gerakan Koin Muktamar NU. Menurut Kiai Said, Koin Muktamar merupakan terobosan dalam upaya membangun kemandirian NU.

"Mari kita sukseskan Muktamar NU ke-34 dengan ikut berpartisipasi melalui gerakan Koin Muktamar agar kita mendapatkan berkah dari Allah dan mendapatkan rahmat-Nya fid dunia wal akhirat. Koin Muktamar dari NU, oleh NU, untuk NU," kata Kiai Said di Lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

Sebagaimana diketahui, salah satu hasil rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU pada November memutuskan bahwa pembiayaan Muktamar ke-34 NU ialah melalui program 'Koin Muktamar NU'. Muktamar ke-34 NU ini dilaksanakan pada 22 sampai 27 Oktober 2020 di Lampung. 

"Pembiayaan pelaksanaan muktamar diharapkan berasal dari koin untuk muktamar. Jadi, semua warga NU di seluruh penjuru dunia diharapkan bergotong-royong menyukseskannya," kata Ketua PBNU, H Robikin Emhas.

Dalam upaya menertibkan pemasukan atau donasi dari masyarakat, PBNU telah mengamanatkan kepada NU-Care Lazisnu. Untuk itu, kepada siapa saja yang ingin menyukseskan jalannya Muktamar NU, donasi Anda harap disalurkan melalui laman koin.nucare.id.

Sebagai informasi, gerakan Koin Muktamar merupakan ikhtiar berkesinambungan guna mencapai kemandirian finansial NU. Semenjak peluncuran program nasional Koin NU, terbukti telah menghasilkan capaian yang cukup signifikan, baik dari sisi manajerial, penghimpunan, program hingga pelaporan.  

Semangat Koin NU bermula dari Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang diinisiasi Ketua PCNU Sukabumi, Abuya Abdul Basith. Buya Basith, dalam buku Membumikan Sedekah, mengajarkan warga Desa Nanggerang untuk menyisihkan 2,5 persen per hari dari penghasilan satu keluarga yaitu rata-rata Rp500.

Semangat Rp500 per hari itu membuat NU Care-LAZISNU Sukabumi mampu membangun Klinik ZIS, pengadaan mobil ambulans, pengobatan gratis, penerangan jalan dan rumah ibadah, perawatan jenazah gratis, serta membangun peternakan kambing untuk warga.

Koin NU Sukabumi kemudian dikembangkan oleh NU Care-LAZISNU Kabupaten Sragen, di bawah arahan Ketua PCNU Sragen, KH Ma'ruf Islamuddin, dengan Gerakan Koin Nusantara menuju NU Mandiri.

PCNU Sragen, melalui gerakannya itu mampu menghimpun dana Rp600 juta per bulan, yang kemudian dikelola untuk pembangunan gedung MWC NU, jasa travel NU Trans, program bedah rumah dhuafa, pembangunan rumah sakit NU Sidowaras, dan program keumatan lainnya.

Dari kesuksesan itulah, Sragen menjadi tuan rumah Rakornas NU Care-LAZISNU pada 2017 lalu, yang mengambil tajuk Arus Baru Kemandirian Ekonomi NU.

Program Koin NU makin massif dan pada tahun 2018 digelarlah Kirab Koin NU Raksasa dari Banten sampai Banyuwangi. Selama 4 bulan (Maret-Juni 2018), Kirab Koin NU berhasil menghimpun dana lebih dari Rp1,8 miliar.

Semua itu, tentu memacu Nahdliyin untuk membangun kemandirian jam’iyyah dan jama'ah dalam agenda muktamar, yang mengusung tema: NU Mandiri, Indonesia Bermartabat. Maka, lahirlah Gerakan Koin Muktamar, yang dimaksudkan untuk menggalang partisipasi Nahdliyin dalam helatan lima tahunan organisasi.

Pewarta: Husni Sahal
Editor: Muchlishon
BNI Mobile