Wisuda Unusia, Rektor: Kampus Bekali Mahasiswa Pengetahuan dan Kebijaksanaan

Rektor Unusia M Maksoem Machfudz saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Tahun Akademik 2019-2020 di Kampus Unusia Kemang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/12). (NU Online/Syakir)
Rektor Unusia M Maksoem Machfudz saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Tahun Akademik 2019-2020 di Kampus Unusia Kemang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/12). (NU Online/Syakir), Wisuda Unusia, Rektor: Kampus Bekali Mahasiswa Pengetahuan dan Kebijaksanaan
Rektor Unusia M Maksoem Machfudz saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Tahun Akademik 2019-2020 di Kampus Unusia Kemang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/12). (NU Online/Syakir), Wisuda Unusia, Rektor: Kampus Bekali Mahasiswa Pengetahuan dan Kebijaksanaan
Bogor, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melaksanakan Rapat Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister Tahun Akademik 2019-2020 di Kampus Unusia Kemang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/12).

Dalam pidato sambutannya, Rektor Unusia M Maksoem Machfudz menyampaikan bahwa wisudawan dan wisudawati telah dibekali pola pikir ke-NU-an guna menghadapi masa selepas purna studi.

"Sebagai sarjana Nahdliyin, kita juga bekali pola pikir Nahdliyah yang mengedepankan Hak Asasi Manusia," katanya di hadapan para wali mahasiswa.

Maksoem menjelaskan, kampus juga membekali lima prinsip diterapkannya syariat, yakni menjaga agama, menjaga diri atau jiwa, menjaga akal, menjaga harta, dan menjaga kehormatan atau keturunan.

Hal itu, menurutnya, bekal yang paripurna karena sangat protektif dan promotif untuk segala penyakit keagamaan yang tengah menjamur di era saat ini.

"Semua itu kita jalankan dalam prinsip gerakan Nahdliyah yang itu sudah didefinisikan dalam dosen-dosen dalam pembelajaran Ahlussunnah wal Jamaah," katanya.

Tradisi keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ini dikedepankan oleh Unusia mengingat sudah sulit didapatkan di tempat lain. Di samping itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menegaskan bahwa Unusia tidak saja membekali cakrawala pengetahuan kepada para mahasiswanya, tetapi keyakinan dan kebijaksanaan.

"Tidak hanya knowledge (pengetahuan) tapi juga wisdom (kearifan) dan juga faith (keyakinan) dengan penuh kebijakan dan kebijaksanaan," katanya. Bekal-bekal itulah yang menjadi modal dan kekuatan untuk membangun daya saing di era revolusi industri 4.0 ini.

Maksoem mengatakan bahwa Unusia melepas para wisudawan di fase belajar ketiga, yakni ketika mereka sudah siap melakukan perannya di tengah masyarakat. "Pada fase inilah (peran sosial) kami melepas anda semua wisuda hari ini," katanya.

Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra turut hadir dalam kegiatan yang diikuti oleh 267 wisudawan-wisudawati tersebut. 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Muchlishon
BNI Mobile