Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Salah Satu Penyangga Utama Kederisasi NU adalah IPNU-IPPNU 

Salah Satu Penyangga Utama Kederisasi NU adalah IPNU-IPPNU 
Keberadaan IPNU dan IPPNU sebagai penyangga utama kaderisasi di jamiyah NU. (Foto: NU Online)
Keberadaan IPNU dan IPPNU sebagai penyangga utama kaderisasi di jamiyah NU. (Foto: NU Online)
Lamongan, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Babat, Lamongan, Jawa Timur masa khidmah 2019-2021 resmi dilantik, Sabtu (14/12). Mereka disumpah di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat dan dikemas dengan talk show.
 
Aan Andri Ardiansyah selaku Ketua PC IPNU Babat menjelaskan mengapa tema pelantikan adalah Meningkatkan Soliditas dan Solidaritas menuju Babat Berkualitas. 
Yakni antara lain diharapkan pengurus yang jumlahnya sampai seratus orang dapat menerapkan visi dan misi untuk kepemimpinan ke depan. 
 
“Agar nantinya PC IPNU-IPPNU ini sesuai dengan harapan banyak pihak dan segala yang diagendakan dapat tercapai dengan baik dan lebih progesif dari periode sebelumnya,” katanya saat sambutan.
 
Dirinya mengingatkan bahwa 2025 bangsa Indonesia akan menghadapi bonus demografi. 
 
“Di mana tantanga terbesar adalah pemuda produktif nantinya akan menjadi tulang punggung bangsa ini,” ujarnya.
 
Lebih dari itu, Aan punya harapan agar keperadaan pengurus bisa menjadi borometer kadernisasi di NU. Dengan demikian akan banyak harapan yang disematkan kepada sejumlah kader untuk NU di masa mendatang.
 
“IPNU dan IPPNU merupakan tolak punggung dan tolak ujung kaderisasi Nahdlatul Ulama. Maka diharapkan ke depan, keberadaan badan otonom ini dapat menjalankan estafet perjuangan NU,” harapnya.
 
Dirinya juga menyampikan harapan terbesar PC IPNU Babat bisa solid dan kompak. Meskipun ia menyadari bahwa untuk sampai ke arah sana tidaklah mudah lantaran para pengurus memiliki sejumlah keterbatasan. 

Syaiful Maarif selaku perwakilan dari PW IPNU Jawa Timur menambahkan bahwasanya yang pertama harus dilakukan pengurus baru adalah penataan organisasi, kemudian melaksanakan amanah.
 
“Sudah menjadi syarat bahwasanya pengurus harus melaksanakan tugasnya dengan baik, termasuk menjaga hubungan dengan banyak kalangan,” tegasnya.
 
Hadir pada pelantikan dan talk show ini perwakilan dari Pimpinan Pusat IPPNU, Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU, pimpinan cabang IPU-IPPNU se-koordinasi daerah pantai utara, pejabat pemerintahan di Babat, serta utusan lain. 
 
Pada pelantikan juga menampilan kreasi gamelan dari Kecamatan Ngimbang yang bernama Samudro Rekso. Selain gamelan ada juga penampilan dari pencak silat Pagar Nusa.

 
Kontributor: M Ilham
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile