Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

IAIN Kediri Bertekad Perkuat Moderasi Beragama Civitas Akademika

IAIN Kediri Bertekad Perkuat Moderasi Beragama Civitas Akademika
Ratusan mahasiswa IAIN Kediri mengikuti seminar nasional Moderasi Beragama dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Ratusan mahasiswa IAIN Kediri mengikuti seminar nasional Moderasi Beragama dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. (Foto: NU Online/Imam Kusnin A)
Kediri, NU Online   
Mahasiswa menjadi kekuatan strategis yang tidak saja memiliki kapasitas intelektual, tetapi moral dan sosial untuk melakukan counter terhadap aneka wacana keagamaan yang cenderung intoleran dan radikal.
 
Hal itu dikatakan Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman. Penegasan disampaikan pada Seminar Kebangsaan Dema IAIN Kediri, Jawa Timur, Selasa (17/12) malam.
 
Ruchman menerangkan Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, mengajarkan kasih sayang dan kedamaian. 
 
“Jangan dibiarkan agama yang rahmah ini dibajak oleh kelompok tertentu sehingga makna agama menjadi sangat sempit dan rigid,” katanya di depan ratusan peserta seminar.
 
Di hadapan 250-an mahasiswa peserta seminar kebangsaan, mantan Ketua I Senat Mahasiswa IAIN Walisongo ini berharap agar para mahasiswa untuk mengisi dan mewarnai konten-konten keagamaan di media informasi. Tugas tersebut semakin penting khususnya bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIN.
 
“PTKIN berperan penting menjadi rujukan keagamaan yang otoritatif di tengah kebutuhan publik akan wacana keagamaan yang inklusif dan moderat,” tegas Ruchman yang kini juga sebagai Tim Instruktur Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu.
 
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Kediri, Wahidul Anam mengatakan sekarang muncul fenomena orang yang memiliki pengetahuan keagamaan pas-pasan tetapi lebih bersemangat menyampaikan dakwah.
Anam berharap agar mahasiswa peserta didiknya untuk berhati-hati menyampaikan term-term keagamaan di masyarakat. 
 
“Mahasiswa IAIN harus arif dan bijaksana dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat termasuk dalam hal peningkatan pemahaman dan pengalaman keagamaan,” katanya.
 
Dirinya menjamin bahwa para mahasiswa dan civitas akemika di kampusnya tidak memiliki pemahaman agama yang keluar dari Islam rahmatan lil alamin.
 
“Insyaallah ribuan mahasiswa IAIN Kediri dan civitas akademika tidak ada yang radikal karena dibesarkan dalam tradisi intelektual berbasis pesantren yang mengakar di Kediri,” ujar Anam.
 
Mohammad Fathurrohman selaku Ketua Dema IAIN Kediri mengatakan, seminar kebangsaan digelar sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap cara berpikir dan laku kehidupan keagamaan dan kebangsaan yang cenderung intoleran.
 
“Dema mempunyai tanggungjawab moral agar mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang kuat kebangsaannya dan kuat keagamaannya,” kata Ketua Dema yang akan purna bakti pada akhir Desember ini. 
 
Seminar kebangsaan yang bertajuk ‘Moderasi Beragama dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam’ didukung Kementrian Agama melalui Bantuan Lembaga Kemahasiswaan PTKI.
 
Kegiatan dipandu moderator Bagus Adrian Permata dan Zuhri Humaidi selaku dosen IAIN Kediri. Pada sesi akhir tampil memberikan materi Kapoltabes Kediri. 
 
 
Kontributor: Imam Kusnin Ahmad
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile