Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kreasi Madrasah Al-Hikam Jombang Lahirkan Produk Andalan

Kreasi Madrasah Al-Hikam Jombang Lahirkan Produk Andalan
Maftuhah Mustiqowati, Kepala MTs Al-Hikam. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Maftuhah Mustiqowati, Kepala MTs Al-Hikam. (Foto: NU Online/Ibnu Nawawi)
Jombang, NU Online
Pesantren Mambaul Hikam berada di jalan Masjid, Jatirejo Barat, Diwek, Jombang. Dari pesantren ini lahir teh tin dengan merk MMH-Tin yang digawangi MTs Al-Hikam. 
 
Sebagaimana umumnya sekolah berlatar belakang pondok, selain mengacu pada kurikulum yang telah dicanangkan pemerintah, MTs Al-Hikam juga menjadikan nilai universal ajaran Islam sebagai basis penguatan sumberdaya manusia dalam bingkai moral dan ahlak keislaman bagi para siswanya. 
 
“Salah satu hal yang saat ini menjadi tagline ikhtiar kami adalah fiqh pelestarian alam dan pemanfaatan teknologi. Yakni dalam rangka mewujudkan secara konkrit peran dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,” kata Maftuhah Mustiqowati, Kamis (19/12) . 
 
Hal tersebut dimulai dari penghijauan, pembersihan lingkungan pondok dan madrasah, pemanfaatan limbah plastik menjadi ekobrik sampai pada pemanfataan teknologi robotik. 
 
Dari itulah, madrasah banyak mendapatkan prestasi dan penghargaan untuk sekolah, siswa, dan gurunya baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. 
 
“Kini kami mulai menumbuhkembangkan jiwa enterpreneurship para siswa dengan cara memanfaatkan hasil penghijauan sekolah melalui pembuatan serbuk tin menjadi bahan baku minuman,” kata kepada MTs Al-Hikam tersebut.
 
Usaha produksi serbuk tin MMH-Tin sebagai minuman, berawal dari keikutsertaan madrasah pada lomba Adiwiyata tingkat Kabupaten Jombang Tahun 2016. Karena menetapkan syarat bagi setiap peserta untuk memiliki produk unggulan hasil pemanfaatan tanaman di lingkungan sekolah. 
 
“Persyaratan ini menjadi tantangan tersendiri yang disambut secara positif oleh civitas akademika madrasah,” jelas Ning Ika, sapaan akrabnya. 
 
Meskipun minim pengalaman, namun semangat berkreasi siswa siswi di bawah bimbingan dewan guru dan dipimpin langsung oleh kepala madrasah, mampu melihat peluang untuk memanfaatkan daun pohon tin yang ditanam untuk penghijauan sekolah menjadi serbuk bahan baku minuman. 
 
Seiring perjalanan waktu dan dengan beragam testimoni yang cukup memuaskan dari alumni, kolega dan masyarakat, minuman serbuk tin yang dibuat siswa-siswi madrasah ternyata telah mendapatkan kesan tersendiri di hati mereka. 
 
Dengan mempertimbangkan manfaat yang lebih luas dan dalam rangka pembelajaran untuk mengasah jiwa entrepreneurship serta peningkatan daya saing sumber daya manusia agar lebih berkompeten, madrasah bekerja sama dengan Pondok Pesantren al-Hikam menjajaki tahapan baru. Yaitu untuk memproduksi serbuk daun tin menjadi produk minuman yang diberi label MMH-Tin.
 
 
Memanfaatkan Peluang
Hal utama yang dilakukan dalam rangkaian proses produksi untuk mendapatkan minuman serbuk tin berkualitas adalah dengan tidak menambahkan bahan pengawet apapun. 
 
“Komitmen ini penting untuk diketahui khalayak karena latar belakang pondok pesantren dan tentu saja nilai universal Islam yang menjadi spirit kami dalam berikhtiar, laa dharara wa laa dhirar,” jelasnya. 
 
Setelah tahapan berwawasan teologis ini dipahami dengan cukup baik oleh siswa-siswi dan juga para santri, berikutnya adalah pengolahan daun tin menjadi serbuk tin sebagai bahan baku minuman. 
 
“Hal itu diawali dengan memetik daun tin yang sudah tua. Setelah itu biarkan beberapa saat sampai getah bekas petikan hilang,” jelasnya. 
 
Untuk menghindari supaya getah tidak menetes pada daun tin lainnya, daun tin tidak ditumpuk dalam satu wadah usai pemetikan tetapi dijejer secara terpisah. 
 
“Kemudian daun tin kami cuci, lalu jemur di tempat yang terkena sinar terik matahari. Proses penjemuran kami lakukan sampai daun benar-benar kering. Lalu kami pisahkan tangkai dan urat daun sehingga diperoleh daun tin kering yang murni dan siap dikemas dalam kantong penyaring,” ungkap dia.
 
Usai itu, teh dibedakan dengan aneka kemasan. Ada kemasan kertas karton isi 25 dan 40 kantong seduh. Juga kemasan botol plastik daur ulang untuk produk yang dapat langsung diminum.
 
Semua aktifitas produksi mulai dari pemetikkan daun, penjemuran dan pengemasan produk dilakukan peserta didik sekolah dan santri di Pesantren Mambaul Hikam.
 
 
Pewarta: Ibnu Nawawi
Editor: Aryudi AR
 
BNI Mobile