Tiga Gagasan dari Kabupaten Blitar untuk Konferwil IPPNU Jatim

Tiga Gagasan dari Kabupaten Blitar untuk Konferwil IPPNU Jatim
Ketua PC IPPNU Kabupaten Blitar, Ukhti Nurlaili Fajrin dalam sebuah acara. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Ketua PC IPPNU Kabupaten Blitar, Ukhti Nurlaili Fajrin dalam sebuah acara. (Foto: NU Online/Rof Maulana)
Blitar, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Blitar, Jwwa Timur menginisiasi tiga gagasan besar untuk dibawa pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XX IPPNU Jatim. Bila tidak ada perubahan, permusyawaratan tertinggi tingkat Jatim itu  digelar 20 hingga 22 Desember di SMP Bina Anak Sholeh, Kabupaten Tuban.
 
Ketua PC IPPNU Kabupaten Blitar, Ukhti Nurlaili Fajrin mengatakan pihaknya telah melakukan kajian komprehensif tentang peran, eksistensi dan tantangan IPPNU ke depan. Tidak bisa dipungkiri saat ini terdapat banyak celah yang harus diperbaiki agar IPPNU dapat berperan lebih aktif dan apik. 
 
"Kami telah melakukan kajian mendalam tentang tantangan IPPNU saat ini, dan hasilnya banyak celah yang perlu kita perbaiki bersama-sama. Tiga gagasan yang kami usung adalah revitalisasi sistem kaderisasi untuk internal IPPNU, gerakan zero waste style, dan penguatan literasi digital," katanya saat ditemui di Graha NU Blitar, Rabu (18/12).
 
Ia menjelaskan kaderisasi menjadi bagian yang sangat penting dalam sebuah organisasi termasuk IPPNU Jawa Timur. Baik atau jeleknya organisasi bisa dilihat dari terlaksananya pengkaderan di organisasi.
 
"Kaderisasi menjadi jantungnya organisasi. Sistem pengkaderan yang baik akan menjadikan organisasi baik pula,” ungkapnya. Saat ini IPPNU Jatim harus berbenah dalam pelaksanaan dan pengawalan pengkaderan baik di PW maupun PC IPPNU se-Jawa Timur, tambahnya.
 
Gagasan kedua, sambung ketua yang akrab disapa Nuril adalah gerakan zero waste style atau gaya hidup tanpa limbah. Hal ini dinilai menjadi salah satu yang perlu diperhatikan para generasi milenial saat ini.
 
"PC IPPNU Kabupaten Blitar telah mempromotori gerakan zero waste style sejak 5 bulan terakhir. Kami melakukan deklarasi gerakan tanpa limbah atau sampah sejak 5 bulan lalu yakni waktu Konferensi Cabang IPPNU Kabupaten Blitar,” jelasnya. 
 
Menurutnya, apa yang dilakukan di Kabupaten Blitar akan dimasukkan pada komisi rekomendasi saat Konferwil nanti.
 
“Hal tersebut agar bisa diterapkan oleh anggota pelajar putri NU se-Jawa Timur," harapnya.
 
Kemudian gagasan ketiga adalah penguatan literasi di kalangan millenilal khususnya kader IPPNU. Hal tersebut mendesak lantaran sebangun dengan cemerlangnya masa depan bangsa.
 
“Dengan penguatan literasi, sama dengan kita memperkuat kualitas sumber daya mansia generasi milelial,” tegasnya.
 
Dalam pandangannya, budaya literasi semakin strategis dalam menjawab permasalahan bangsa.
 
“Dengan kita memperkuat budaya literasi, berarti juga meningkatkan sumber daya manusia generasi milenial saat ini. Budaya literasi perlu masuk di pembahasan saat konferwil dengan harapan kader IPPNU se-Jawa Timur memiliki pemikiran yang kosmopolitanisme yaitu berfikir terbuka, skeptis, kritis dan inovatif dalam kehidupanya," pungkas Nuril.
 
Konferwil XX IPPNU Jawa Timur mengangkat tema ‘Pelajar Putri Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Pemersatu Bangsa. Sesuai jadwal, pembukaan akan dilaksanakan pada Sabtu (21/12).
 
 
Kontributor: Rof Maulana
Editor: Ibnu Nawawi
 
BNI Mobile