Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gandeng UB, Ansor Bojonegoro Perhatikan Keselamatan Petani

Gandeng UB, Ansor Bojonegoro Perhatikan Keselamatan Petani
PAC GP Ansor Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan UB selenggarakan sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). (Foto: NU Online/M. Yazid)
PAC GP Ansor Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan UB selenggarakan sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). (Foto: NU Online/M. Yazid)
Bojonegoro, NU Online 
Potensi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapat perhatian serius Gerakan Pemuda (GP) Ansor setempat. Seperti yang dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Sumberejo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang memperhatikan keselamatan petani di Kota Ledre, sebutan lain Kabupaten Bojonegoro.
 
Dengan menggandeng kampus Universitas Brawijaya (UB) fakultas Pertanian, badan otonom (Banom) NU di Kota Ledre mengadakan sosialisasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Walisongo Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Jumat (20/12), dengan mengusung tema 'Penggunaan Sarung Tangan untuk Petani Maju'.
 
Sekretaris PAC GP Ansor Kecamatan Sumberejo, Ahsanul Amilin menuturkan, kegiatan ini diikuti oleh tiga kecamatan, yakni Baureno, Kanor, dan Balen dengan jumlah peserta 43 orang. Dalam kampanye ini mengundang perwakilan dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
 
"Menekankan petani dan kelompok tani memiliki sikap dan mental yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesehatan diri, salah satunya dengan menggunakan APD dengan tepat dan benar saat bertani," tuturnya.
 
Dengan begitu lanjut Sahabat Ahsan, panggilan Ahsanul Amilin, tujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang risiko yang diperlukan saat menggunakan produk perlindungan tanaman.
 
"Termasuk meningkatkan kesadaran petani tentang kepentingan kesehatan serta menyebarkanluarasi manfaat APD," terangnya.
 
Diharapkan para petani terus sehat dan maju. Lebih bisa meminimalisir kebiasaan yang membahayakan diri sendiri saat bertani. Ke depannya setelah sosialisasi ini para petani bisa mengaplikasikannya saat bercocok tanam.
 
"Banyak pemuda Ansor yang menjadi petani, ke depannya mereka menjadi pelopor petani yang sefty. Serta kualitas hasil tanamannya dapat meningkat dan produktif," ucapnya.
 
Sementara itu narasumber dari kampus UB Malang menekankan pentingnya menjaga keselamatan petani saat bertani. Jangan hanya untuk mengejar hasil yang bagus, tidak memperhatikan keselamatan dirinya sendiri. Sehingga dirinya selamat saat bekerja, hasil pertaniannya juga maksimal.
 
Kontributor: M. Yazid
Editor: Syamsul Arifin
BNI Mobile