Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Bank Wakaf Mikro Syubanul Wathon Maslahah Tegalrejo Diresmikan OJK

Bank Wakaf Mikro Syubanul Wathon Maslahah Tegalrejo Diresmikan OJK
Peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) Syubanul Wathon Maslahah yang berlokasi di Pesantren API Tegalrejo, Magelang. (Foto: istimewa)
Peresmian Bank Wakaf Mikro (BWM) Syubanul Wathon Maslahah yang berlokasi di Pesantren API Tegalrejo, Magelang. (Foto: istimewa)
Jakarta, NU Online
Setelah beroperasi sekitar setengah tahun, Bank Wakaf Mikro (BWM) Syubanul Wathon Maslahah yang berlokasi di Pesantren API Tegalrejo, Magelang diresmikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peresmian ditandai dengan penabuhan rebana. 

Hadir pada peresmian ini, Anggota Komisi XI DPR RI H Harry Poernomo, Fathan Subkhi, dan H. Alamuddin Dimyati Rois. Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Aman Santosa, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis OJK, dan asisten III Kabupaten Magelang.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI Wimboh Santoso menyampaikan bahwa pihaknya ingin mengubah persepsi sebagian pihak yang menganggap OJK hanya memberikan pelayanan bagi konglomerat besar saja. Menurutnya, anggapan itu tidak benar.

OJK melalui BWM siap menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Unit Desa sebagai upaya mendukung jaringan ekosistem UMKM nasional untuk medorong produk ekspor.

"Enggak betul jika kami hanya mengurusi yang gede–gede saja. Justru masyarakat kita adalah mayoritas sekitar 80 persen adalah masyarakat UMKM, apalagi yang di mikro, karena mikro saja yang kecil yang secara formal tidak bisa dibiayai dari bank yang resmi," katanya di Gedung Syubanul Wathon, Senin (23/12).

Ia berpesan agar para pengelola BWM mempunyai komitmen dalam semangat memberdayakan nasabah agar yang sebelumnya masuk dalah kategori mustahiq (orang yang tidak mampu secara ekonomi sehingga layak dizakati) berubah menjadi muzakki (orang yang memiliki kemampuan ekonomi sehingga wajib berzakat).
 
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengaku akan bersinergi dengan Pemerintah Daerah bagaimana membuat jaringan pemasaran berkaitan dengan produk UMKM.

"Oleh karena itu, program kerja yang ditetapkan oleh pengelola baik itu melalui Halmi (halaqah mingguan) atau Pelatihan Wajib Kelompok (PWK), tak bisa hanya bertumpu pada rutinitas belaka, namun harus selalu diupayakan melahirkan program pendampingan yang inovatif dan kreatif," ucapnya.

Sementara Ketua Yayasan Syubbanul Wathon yang juga Pengasuh Pesantren API Salaf Tegalrejo, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) berkomitmen akan selalu mendukung setiap program kerja dan operasional yang dilakukan oleh BWM.
 
Menurut Gus Yusuf, BWM telah membantu peran pesantren dalam melakukan fungsi sosialnya sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi terhadap masyarakat, selain tugas utamanya sebagai lembaga pendidikan.

“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa melahirkan kemanfaatan dan keberkahan, baik bagi pesantren dan unit-unit pendidikan di bawah yayasan, ataupun bagi masyarakat secara luas. Kami menghaturkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada OJK yang telah memberikan kepercayaan kepada kami, kepada pesantren kami, sebagai salah satu lembaga yang diamanahi mengelola Bank Wakaf Mikro ini," terangnya.

Pada acara tersebut, Ketua Komisinoer OJK menyerahkan cinderamata dan bantuan dana operasional sebesar Rp 25 juta kepada Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang.

Pewarta: Husni Sahal
Editor: Fathoni Ahmad
BNI Mobile