Dakwah dan Pemberdayaan Anggota Jadi Program Prioritas Ansor Sumobito Jombang

Dakwah dan Pemberdayaan Anggota Jadi Program Prioritas Ansor Sumobito Jombang
Rapat kerja Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur di aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). (Foto: Istimewa)
Rapat kerja Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur di aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). (Foto: Istimewa)
Jombang, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur masa khidmah 2019-2021 telah merumuskan program kerja dalam rapat kerja (Raker) yang diselenggarakan di aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang.
 
Ketua PAC GP Ansor Sumobito, Amir Syarifuddin mengungkapkan, sejumlah program itu bisa dikerucutkan menjadi dua fokus utama. Pertama program yang ruang geraknya bersentuhan langsung dengan dakwah, kemudian fokus yang kedua adalah upaya memberdayakan ekonomi anggotanya dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap anggota.
 
"Dakwah dan pemberdayaan ekonomi saat ini memang tidak bisa kita pungkiri. Dalam organisasi dua hal itu harus sama-sama diperhatikan," katanya kepada NU Online, Senin (23/12).
 
Alasan menfokuskan pada dua itu karena ruang dakwah belakangan semakin luas dan terbuka. Saat ini menurutnya, siapapun bisa berdakwah melalui berbagai media sosial yang berkembang, meski sebagian orang masih belum bisa memanfaatkan media sosial dengan baik untuk memperluas dakwahnya.
 
Fakta ini memang perlu diakui dan harus disikapi melalui perumusan program-program yang mendorong optimalisasi pengelolaan sejumlah media sosial yang ada. Jika tidak demikian, kata dia, peran penting media sosial justru sangat mungkin diambil alih organisasi di luar Nahdlatul Ulama dan badan otonom yang dimilikinya.
 
"Jika ini terjadi dampaknya sangat luar biasa terhadap dinamika organisasi itu sendiri," jelas salah seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan Nahdlatul Ulama (SMKNU) Mojoagung, Jombang ini.
 
Dalam bidang dakwah, sebetulnya Ansor sudah punya Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor serta beberapa forum dakwah lainnya. Majelis-majelis ini perlu terus dikelola lebih baik lagi dengan mulai merambah peran digital, sehingga aspek dakwahnya kian dirasakan masyarakat luas. Dengan begitu, antara dakwah secara langsung dan dakwah digital (tidak langsung) sama-sama berjalan beriringan. 
 
Ia menjelaskan prinsip dalam dakwah di salah satu badan otonom (Banom) NU yang ia pimpin saat ini adalah memasukkan peran digital di setiap kegiatan-kegiatan Ansor yang dianggap memberi nilai manfaat kepada khalayak luas. 
 
Selanjutnya dasar menfokuskan pada pemberdayaan ekonomi karena sesungguhnya anggota dan pengurus Ansor memiliki potensi ekonomi yang sudah terbangun dengan baik. Sebagian besar dari mereka mempunyai spirit mengembangkan potensi ekonominya. Ansor menurutnya harus menyambutnya dengan cara mewadahi dengan program-program yang menunjang terhadap realisasi potensi-potensi itu.
 
"Tentu juga kita perlu memetakan setiap potensi-potensi ekonomi yang dimiliki mereka," ucap Kang Amir sapaan akrabnya.
 
Dirinya pun berkomitmen untuk lebih memperhatikan kegigihan pengurus dalam berkhidmah di organisasi Ansor. Masing-masing pengurus sebetulnya sudah memiliki kesibukan di luar organisasinya, namun karena keteguhannya dalam berorganisasi, mereka bisa mengatur waktu dengan sebaik mungkin.
 
"Nah, kegigihan dan keteguhan ini sangat perlu kita apresiasi dengan memberikan kenyamanan. Salah satu caranya adalah memediasi dalam mewujudkan potensi-potensi yang dimiliki saat ini, tidak terkecuali potensi ekonomi," pungkasnya. 
 
Pewarta: Syamsul Arifin
Editor: Muhammad Faizin
BNI Mobile