Tingkatkan Pendapatan, Muslimat NU Sosialisasikan Pilah dan Olah Sampah

Tingkatkan Pendapatan, Muslimat NU Sosialisasikan Pilah dan Olah Sampah
Usai sosialisasi, para pengurus berpose bersama. (Foto: Dok. Muslimat NU)
Usai sosialisasi, para pengurus berpose bersama. (Foto: Dok. Muslimat NU)
Tangerang Selatan, NU Online
Pimpinan Pusat Muslimat NU melakukan sosialisasi pilah dan olah sampah untuk meningkatkan pendapatan. Kegiatan yang melibatkan Paguyuban Bank Sampah Kecamatan Pamulang ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pendapatan rumah tangga. Program tersebut diinisiasi Bidang Tenaga Kerja PP Muslimat NU.

Ketua Bidang Tenaga Kerja PP Muslimat NU Hj Ariza Agustina mengatakan hal tersebut saat memberi sambutan dalam acara yang digelar di Kelurahan Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Senin (23/12).

“Salah satu yang bisa mendatangkan pendapatan, adalah melalui bank sampah. Bank sampah dapat mengajak anggotanya untuk memilah sampah berdasarkan kesepakatan. Bank sampah dapat mengolah sampah organik untuk produksi pupuk kompos, cair atau padat, dan/atau menjadi pengumpul sampah non-organik yang terpilah, misalnya berdasarkan jenis material:  plastik, kertas, metal, kaca, dan lain-lain,” kata Ariza.

Sampah plastik, lanjut dia, seperti botol dan kemasan plastik; sampah metal, seperti minuman atau makanan kaleng; sampah kaca seperti botol kaca, gelas kaca, toples, dll; atau sampah kertas di antaranya koran, majalah, karton, kardus, yang semuanya dapat diolah menjadi produk baru.

“Sampah kaca dapat dihancurkan dan dilebur sebagai bahan baku produk baru. Sampah plastik maupun sampah besi dapat dilelehkan dan menjadi bahan dasar produk baru. Sampah kertas dapat dihancurkan dan dibuat bubur kertas sebagai bahan dasar produk baru. Ini yang mendatangkan pendapatan,” paparnya di hadapan hadirin.

Menurut dia, permasalahan sampah di Indonesia sudah menjadi perhatian banyak pihak. Sampah kerap dituding sebagai biang keladi kerusakan lingkungan dan berbagai sumber penyakit. Sampah, seperti plastik, menjadi masalah terutama di kota-kota besar di mana banyak aktivitas di luar rumah difasilitasi dengan kemudahan yang ditawarkan oleh kemasan plastik, seperti minuman dalam kemasan botol sekali pakai atau makanan dalam  kemasan plastik.

Manusia Indonesia, lanjut dia, diperkirakan membuang 1 kg sampah setiap hari. Bahkan, catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu rata-rata 2 kg  sampah per-orang/per-hari, atau sekitar 500 ribu ton sampah dibuang oleh seluruh penduduk dalam sehari.

“Sampah tersebut umumnya sampah plastik. Plastik merupakan jenis sampah yang sangat sulit terurai. Dibutuhkan waktu sekitar seratus tahun untuk plastik agar dapat terurai sempurna oleh alam. Bisa dibayangkan seperti apa kerusakan bila sampah plastik tidak diolah dengan baik,” tandasnya.

Ariza menambahkan, pada tahun 2025 mendatang, timbunan sampah diprediksi KLHK akan meningkat hingga 71 juta ton, dari saat ini mencapai 67 juta ton sampah. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam pengurangan sampah, termasuk memilah dan mengolah sampah yang sulit diurai untuk dimanfaatkan menjadi barang yang bermanfaat dan berharga.

“Pemerintah menargetkan penanganan sampah hingga 70 persen atau 50 juta ton, dan berharap akan ada penurunan sampah sebesar 30 persen atau sekitar 21 ton. Target Pengurangan dan Penanganan Sampah Nasional ini tertuang dalam Peraturan Presiden No.97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,” paparnya.

Target tersebut, sambung Ariza, diharapkan dari penurunan sampah per-orang, penurunan jumlah timbunan sampah di sumber dan penurunan jumlah sampah terbuang ke lingkungan. Selain Ariza, acara yang digelar di gedung Pusdiklat Muslimat NU Pondok Cabe ini juga dihadiri anggota bidang tenaga kerja PP Muslimat NU Hj Azzah Zumrud.

Pewarta: Musthofa Asrori
Editor: Muiz

 
BNI Mobile